• Terkini
  • Trending
  • Semua

Batik Tulis Pamekasan Tertekan Biaya Produksi dan Turunnya Minat Pasar

2 minggu lalu

DPO Kasus Dugaan Investasi Bodong di Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

14 jam lalu

UHC Prioritas di Pamekasan Kembali Aktif November 2026

15 jam lalu

Rivalitas Joki Sapi Karapan antara Guru dan Murid

24 jam lalu

Tak Mau Dimadu Melaju ke Final Karapan Sapi Piala Presiden 2026

1 hari lalu
AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

1 hari lalu
Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

1 hari lalu

Siswa MTs Kyai Mudrikah Pamekasan Pamerkan 18 Karya IPA dari Barang Bekas

2 hari lalu

48 Pasang Sapi di Pamekasan Berebut 6 Tiket Menuju Piala Presiden

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Janjikan Perbaikan Lapangan Karapan Sapi Asem Manis

2 hari lalu

Polisi Selidiki Pemilik Ekskavator Perusak Indomaret di Pamekasan

3 hari lalu

Setengah Abad Hasan Berjualan Topi di Sudut Arek Lancor

4 hari lalu

Polisi Pamekasan Mulai Selidiki Perusakan Indomaret di Palengaan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Oktober 13, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Batik Tulis Pamekasan Tertekan Biaya Produksi dan Turunnya Minat Pasar

Kenaikan harga bahan baku dan melemahnya minat pembeli membuat perajin batik tulis di Pamekasan harus bertahan dengan margin yang semakin tipis.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 Oktober 2026
in Ekonomi
10 0
0

Heriyanto terlihat melakukan proses pewarnaan Batik Tulis Klampar, Proppo.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Usaha batik tulis di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, menghadapi tantangan dari kenaikan biaya produksi hingga menurunnya pembeli.

Heriyanto, salah satu pemilik usaha batik tulis di Klampar, mengatakan kenaikan harga bahan baku tidak sepenuhnya dapat dibebankan ke harga jual. Akibatnya, keuntungan pengrajin semakin tertekan.

“Biaya bahan baku terus meningkat, sedangkan harga batiknya cuma naik Rp5.000,” kata Heriyanto.

Ia menyebut kenaikan biaya produksi tidak hanya berasal dari kain, tetapi juga malam dan ongkos tenaga kerja. Saat ini, harga malam mencapai sekitar Rp 35.000 per kilogram.

“Dulu, waktu batik masih jaya, harga malan masih 10 ribu sekilo, sekarang sudah Rp35 ribu, kainnya juga mahal, belum ongkos pekerja,” ujarnya.

Di tengah kenaikan biaya tersebut, Heri mengaku, minat masyarakat untuk membeli batik juga disebut menurun. Kondisi ini berbeda dibandingkan sekitar 2010-an ketika permintaan batik tulis masih tinggi.

“Dulu, sekitar 2010-an, enggak sampai ke pasar, masih basah saja sudah ada yang jemput mau beli,” kata Heriyanto.

Kini, Heriyanto harus menyesuaikan produksi dengan pesanan dan kondisi pasar. Di bangunan sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu berukuran sekitar 20 x 6 meter, ia memproduksi sekitar 20 hingga 30 lembar batik tulis setiap pekan.

“Sekarang tergantung pesanan juga. Saya juga jual sendiri ke Pasar 17 Agustus kalau pas waktu pasaran,” ujarnya.

Proses produksi batik tulis sendiri membutuhkan waktu dan ketelitian. Kain terlebih dahulu diberi pola sesuai desain, kemudian bagian tertentu ditutup menggunakan malan, melalui proses mencanting agar tidak terkena pewarna.

Setelah itu, kain menjalani proses pewarnaan, pencucian, pengeringan, serta penutupan kembali menggunakan malam untuk pewarnaan berikutnya. Setelah seluruh warna selesai, malam dilorod, kemudian kain dikeringkan dan masuk tahap finishing sebelum dipasarkan.

Salah satu tahapan tersebut dikerjakan Rida (46), perajin batik yang bertugas menutup pola menggunakan malam. Pekerjaan itu membutuhkan ketelitian agar warna tidak merembes ke bagian kain yang tidak diinginkan.

“Tugas saya ini nutupin bunga dengan malam. Satu lembar kain batik ini saya diupah Rp2.500 sampai siap jual. Sehari saya bisa selesai sampai 20 lembar batik siap jual,” ujar Rida.

Pekerjaan tersebut, kata Rida, dilakukan berulang pada setiap lembar kain, dengan mengikuti pola yang telah dibuat sebelumnya. Ketelitian menjadi bagian penting karena kesalahan pada tahap ini dapat memengaruhi hasil akhir kain.

Tags: Batik MaduraBatik PamekasanBatik Tulis KlamparPamekasanPengerajin batikPengusaha batik
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version