• Terkini
  • Trending
  • Semua

Batik Tulis Pamekasan Tertekan Biaya Produksi dan Turunnya Minat Pasar

2 jam lalu
74 Kopdes Merah Putih di Pamekasan Siap Beroperasi

74 Kopdes Merah Putih di Pamekasan Siap Beroperasi

21 jam lalu

Kejar UHC Priroritas Pemkab Pamekasan Genjot Aktivasi BPJS Kesehatan

22 jam lalu

Gagal Tangkap Pengedar Sabu Polres Pamekasan Beralasan Buta Medan

1 hari lalu

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pamekasan Ingatkan Pancasila Harus Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

1 hari lalu

Bupati Cup 2026 Resmi Bergulir, Pamekasan Cari Bibit Pemain dari Tingkat Kecamatan

2 hari lalu

DPRD Pamekasan Setujui Perubahan APBD 2026

2 hari lalu

Dinkes Pamekasan Jelaskan Kronologi Penanganan Balita MGF Sebelum Meninggal

2 hari lalu

Pasien Puskesmas Bandaran Buang Obat Pemberian Dokter Usai Dirawat

2 hari lalu

DKPP Pamekasan Tuntaskan Bantuan Benih untuk 959 Kelompok Tani

3 hari lalu

Penjaga Sekolah di Pamekasan Diduga Cabuli Siswi SD

3 hari lalu

33 PPPK Paruh Waktu Pamekasan Mengundurkan Diri, Gaji Ada yang Hanya Rp 600.000

3 hari lalu

Dua Camat Klarifikasi Usai Disorot Bupati Pamekasan karena Absen Penutupan MTQ

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Oktober 2, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Batik Tulis Pamekasan Tertekan Biaya Produksi dan Turunnya Minat Pasar

Kenaikan harga bahan baku dan melemahnya minat pembeli membuat perajin batik tulis di Pamekasan harus bertahan dengan margin yang semakin tipis.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 Oktober 2026
in Ekonomi
10 0
0

Heriyanto terlihat melakukan proses pewarnaan Batik Tulis Klampar, Proppo.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Usaha batik tulis di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, menghadapi tantangan dari kenaikan biaya produksi hingga menurunnya pembeli.

Heriyanto, salah satu pemilik usaha batik tulis di Klampar, mengatakan kenaikan harga bahan baku tidak sepenuhnya dapat dibebankan ke harga jual. Akibatnya, keuntungan pengrajin semakin tertekan.

“Biaya bahan baku terus meningkat, sedangkan harga batiknya cuma naik Rp5.000,” kata Heriyanto.

Ia menyebut kenaikan biaya produksi tidak hanya berasal dari kain, tetapi juga malam dan ongkos tenaga kerja. Saat ini, harga malam mencapai sekitar Rp 35.000 per kilogram.

“Dulu, waktu batik masih jaya, harga malan masih 10 ribu sekilo, sekarang sudah Rp35 ribu, kainnya juga mahal, belum ongkos pekerja,” ujarnya.

Di tengah kenaikan biaya tersebut, Heri mengaku, minat masyarakat untuk membeli batik juga disebut menurun. Kondisi ini berbeda dibandingkan sekitar 2010-an ketika permintaan batik tulis masih tinggi.

“Dulu, sekitar 2010-an, enggak sampai ke pasar, masih basah saja sudah ada yang jemput mau beli,” kata Heriyanto.

Kini, Heriyanto harus menyesuaikan produksi dengan pesanan dan kondisi pasar. Di bangunan sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu berukuran sekitar 20 x 6 meter, ia memproduksi sekitar 20 hingga 30 lembar batik tulis setiap pekan.

“Sekarang tergantung pesanan juga. Saya juga jual sendiri ke Pasar 17 Agustus kalau pas waktu pasaran,” ujarnya.

Proses produksi batik tulis sendiri membutuhkan waktu dan ketelitian. Kain terlebih dahulu diberi pola sesuai desain, kemudian bagian tertentu ditutup menggunakan malan, melalui proses mencanting agar tidak terkena pewarna.

Setelah itu, kain menjalani proses pewarnaan, pencucian, pengeringan, serta penutupan kembali menggunakan malam untuk pewarnaan berikutnya. Setelah seluruh warna selesai, malam dilorod, kemudian kain dikeringkan dan masuk tahap finishing sebelum dipasarkan.

Salah satu tahapan tersebut dikerjakan Rida (46), perajin batik yang bertugas menutup pola menggunakan malam. Pekerjaan itu membutuhkan ketelitian agar warna tidak merembes ke bagian kain yang tidak diinginkan.

“Tugas saya ini nutupin bunga dengan malam. Satu lembar kain batik ini saya diupah Rp2.500 sampai siap jual. Sehari saya bisa selesai sampai 20 lembar batik siap jual,” ujar Rida.

Pekerjaan tersebut, kata Rida, dilakukan berulang pada setiap lembar kain, dengan mengikuti pola yang telah dibuat sebelumnya. Ketelitian menjadi bagian penting karena kesalahan pada tahap ini dapat memengaruhi hasil akhir kain.

Tags: Batik MaduraBatik PamekasanBatik Tulis KlamparPamekasanPengerajin batikPengusaha batik
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version