PAMEKASAN, MADURANET – Kabupaten Pamekasan ditunjuk menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Event yang rencananya digelar pada Juli 2026 di kawasan Monumen Arek Lancor itu diproyeksikan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Pamekasan (Dekopinda) Pamekasan, Buna’i, mengatakan penunjukan Pamekasan sebagai pusat pelaksanaan Harkopnas Jawa Timur tahun ini memiliki tujuan besar untuk memperkuat kualitas ekonomi gerakan koperasi di Jawa Timur, terutama di Kabupaten Pamekasan.
Menurut dia, momentum tersebut juga menjadi ruang penguatan koperasi baru KDKMP yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Harkopnas Jawa Timur ke-79 yang ditempatkan di Pamekasan tahun 2026 dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas perekonomian bagi seluruh gerakan koperasi dan UMKM di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pamekasan, terlebih bagi gerakan koperasi KDKMP yang baru berdiri,” kata Buna’i, Rabu (1/7/2026).
Buna’i menjelaskan, pelaksanaan Harkop tahun ini tidak sekadar seremoni tahunan. Panitia menyiapkan sejumlah agenda ekonomi strategis seperti sarasehan koperasi, temu bisnis koperasi se-Jawa Timur, hingga bazar besar yang melibatkan koperasi dan UMKM dari berbagai daerah.
Ia menyebut, sedikitnya 150 stand telah disiapkan untuk pelaku koperasi dan UMKM selama enam hari pelaksanaan kegiatan.
“Mereka diberi kesempatan membuka stand jualan selama enam hari yang sudah disediakan panitia. Harapannya omzet meningkat dan pada sisi lain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Buna’i, aktivitas ekonomi yang tercipta selama kegiatan berlangsung diharapkan memicu perputaran uang di Pamekasan sehingga memberikan efek langsung terhadap sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil lokal.
Ia menilai koperasi memiliki peran strategis di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kerap dipengaruhi fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Dalam kondisi seperti ini koperasi dan UMKM harus hadir membantu masyarakat melalui program bazar murah, bazar gratis, pinjaman lunak, dan program ekonomi lainnya,” katanya.
Selain mendorong transaksi ekonomi, Dekopinda juga menilai sektor koperasi berpotensi memperluas penyerapan tenaga kerja, terutama dengan lahirnya koperasi-koperasi baru di daerah.
Skema tersebut, kata Buna’i, dapat dilakukan melalui perekrutan tenaga kerja di masing-masing koperasi dan memfasilitasi akses permodalan UMKM melalui kerja sama dengan lembaga keuangan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Naker Kabupaten Pamekasan, Vendhy Christyawan, mengatakan pemerintah daerah berharap event Harkopnas tingkat provinsi tersebut benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata, bukan hanya agenda seremonial.
“Kami berharap kegiatan puncak Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi mampu memberikan dampak untuk penguatan pasar, penguatan kelembagaan koperasi, dan penguatan kapasitas SDM,” ujar Vendhy.
Pemerintah daerah, lanjut dia, akan melakukan monitoring terhadap omzet para pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung untuk mengukur dampak ekonomi secara langsung.
Diskop UKM Naker juga mengupayakan agar minimal 30 persen peserta pasar rakyat yang menjadi rangkaian Harkopnas berasal dari pelaku UMKM Pamekasan.
Selain itu, pihaknya akan memberikan pendampingan promosi digital melalui media sosial untuk memperluas pasar produk UMKM lokal.
“Kami juga membuka peluang kerja sama dengan pihak perbankan untuk mendukung akses permodalan bagi pelaku UMKM peserta kegiatan,” tandas Vendhy.
Momentum Harkopnas 2026 juga akan diarahkan pada penguatan digitalisasi koperasi. Dekopinda melalui Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) berencana menggelar pelatihan terkait pengelolaan koperasi berbasis digital, mulai dari penyusunan rencana kerja, pengelolaan keuangan, hingga sistem pengawasan manajemen koperasi.













