• Terkini
  • Trending
  • Semua

Akademisi Soroti Rencana Pengembangan Proyek Lapangan Gas Paus Biru

4 jam lalu

Tundukkan Persipuncak Persepam Kokoh di Puncak Grup O Liga 4 Piala Presiden

1 jam lalu

Korwil MBG Pamekasan Ingin Tuduhan Negatif Kepadanya Diproses Hukum Tuntas

2 jam lalu

Potensi Energi Melimpah, Madura Masih Dihadapkan pada Tantangan SDM dan Kesejahteraan

8 jam lalu

Pamekasan Tanam 370 Pohon di Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2026

1 hari lalu

Bea Cukai Sarankan Pengusaha Dalami Data terkait Tuntutan Tarif SKM III Khusus Madura

2 hari lalu

PT. POMI Paiton Dorong IBS PKMKK Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kearifan Lokal

2 hari lalu

Tabrakan Dua Motor di Desa Trasak Pamekasan Tewaskan Dua Pemuda

2 hari lalu

Persepam Kunci Tiket 32 Besar Liga 4 Nasional Usai Tundukkan Persak Kebumen

3 hari lalu

Pengusaha Tembakau dan Rokok Madura Ingin Cukai SKM Golongan Tiga hanya di Madura Saja

3 hari lalu

Pemkab dan Pengusaha Rokok Pamekasan Rencana ke Jakarta Respon Pemberlakuan Cukai Kelas III

3 hari lalu

Muhammadiyah Siap Layani Gugatan Lahan TK Aisyiyah Laden Pamekasan

4 hari lalu

Yayasan Aisyiyah Bustanul Athfal Laden Pamekasan Terancam Dipidanakan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Juni 6, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Akademisi Soroti Rencana Pengembangan Proyek Lapangan Gas Paus Biru

Pengembangan Lapangan Gas Paus Biru di perairan Madura dinilai menjadi peluang strategis bagi ketahanan energi nasional. Namun, akademisi mengingatkan pentingnya pelibatan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, dan perlindungan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
6 Juni 2026
in Ekonomi
10 0
0

Dokumentasi Halaqah Energi oleh UIN Madura.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Rencana pengembangan Lapangan Gas Paus Biru wilayah Selat Madura di tahun 2027 mendatang mendapat perhatian kalangan akademisi.

Proyek yang menjadi bagian dari penguatan sektor energi nasional itu dinilai harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk investasi dan produksi energi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kesejahteraan daerah.

Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menilai eksplorasi sumber daya alam merupakan kebijakan strategis nasional yang penting untuk diwujudkan pemerintah dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut dia, potensi energi yang dimiliki Madura merupakan aset besar yang dapat menjadi pendorong pembangunan apabila dikelola secara tepat dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Eksplorasi potensi sumber daya alam sebagai kebijakan strategis nasional bagi kepentingan jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat adalah hal penting yang perlu diwujudkan oleh pemerintah,” ujar Saiful, Sabtu (6/6/2026).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan proyek energi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan investasi, melainkan juga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Menurut Saiful, kampus, organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha harus menjadi bagian dari proses pembangunan agar manfaat proyek dapat dirasakan secara luas.

“Yang terpenting adalah keterlibatan semua stakeholder di daerah seperti kampus, organisasi masyarakat, dan unsur lainnya dalam rangka saling menjaga dan merawat keberlangsungan masa depan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya energi perlu mengacu pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang dalam perspektif ekoteologi mencakup tiga aspek utama, yakni pelestarian lingkungan, kehidupan sosial masyarakat yang seimbang, dan terbentuknya struktur ekonomi lokal yang mampu menyerap manfaat kesejahteraan secara lebih luas.

Pandangan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap potensi energi Madura, termasuk pengembangan Lapangan Gas Paus Biru yang berada di Blok Sampang. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan gas untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai kekayaan sumber daya alam tidak otomatis berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dosen Universitas Wiraraja Sumenep, Mohammad Hidayaturrahman, menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di sejumlah daerah penghasil migas di Madura.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak selalu menghasilkan kesejahteraan apabila tidak diiringi kebijakan yang mampu mendistribusikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

“Potensi migas Madura sangat besar, tetapi angka kemiskinan di beberapa daerah penghasil migas masih relatif tinggi. Artinya, ada faktor lain yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai pengembangan sektor energi harus dibarengi dengan kebijakan yang memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat langsung melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan ekonomi daerah.

Di sisi lain, Dosen Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Damanhuri, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan.

Ia menilai berbagai persoalan lingkungan yang muncul di sejumlah daerah menjadi pelajaran penting agar pengembangan sektor energi tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

“Bumi akan tetap ada, kitalah yang tidak akan bertahan,” kata Damanhuri.

Menurut dia, pengawasan yang kuat, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesadaran kolektif seluruh pihak menjadi syarat penting agar pengelolaan sumber daya energi tidak menimbulkan dampak negatif bagi generasi mendatang.

Perwakilan PT POMI/Paiton Energy, Rochman Hidayat, menilai Madura masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan SDM meskipun memiliki potensi energi yang melimpah.

Menurut dia, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas diri untuk memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Orang Madura juga bisa bermimpi besar. Latar belakang pendidikan tidak selalu menjadi patokan utama dalam karier seseorang,” ujar Rochman.

Ia mendorong generasi muda Madura untuk meningkatkan literasi, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri dan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Tags: Energi MaduraLapangan Gas Paus BiruPT POMIUIN MaduraUniversitas AnnuqayahWiraraja
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version