PAMEKASAN, MADURANET – Perum Bulog Kantor Cabang Madura terus menggenjot penyerapan gabah kering panen (GKP) di wilayah Madura untuk menjaga ketersediaan stok beras dan stabilitas harga.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura, Ahmad Rofi’i mengatakan, penyerapan dilakukan melalui koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di masing-masing daerah.
“Untuk serapan gabah, kami terus berkoordinasi dengan PPL, Babinsa, dan dinas terkait agar proses penyerapan berjalan maksimal,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, gabah yang diserap tersebut kemudian diolah menjadi beras dan disimpan sebagai cadangan.
Saat ini, lanjut dia, stok yang tersedia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan, dengan skema penyaluran untuk pengendalian harga.
Pihaknya juga membuka peluang bagi kelompok tani (gapoktan) yang ingin menjual hasil panennya. Petani diminta berkoordinasi dengan PPL atau Babinsa agar proses penyerapan bisa dilakukan langsung di lokasi.
“Kami siap menjemput gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram,” katanya.
Adapun capaian penyerapan gabah di wilayah Madura saat ini, jelas Rofi’i, mencapai 3.800 ton, meliputi Kabupaten Bangkalan sebesar 800 ton, Sampang 400 ton, Pamekasan 1.500 ton, dan Sumenep 1.100 ton.
Pimpinan Bulog Kantor Cabang Madura memastikan kegiatan penyerapan gabah akan terus berlangsung hingga akhir tahun guna menjaga ketersediaan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.













