PAMEKASAN, MADURANET – Kabupaten Pamekasan mendapat alokasi 20 program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan Ahmad Basri mengatakan, jumlah tersebut merupakan bagian dari usulan revitalisasi terhadap 187 sekolah yang sebelumnya diajukan pemerintah daerah ke pusat.
“Sebanyak 20 sekolah sementara ini sudah mendapat persetujuan,” ujar Basri, Senin (25/5/2026), sehari setelah kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ke Pamekasan.
Menurut Basri, sekolah yang diusulkan dalam program revitalisasi merupakan satuan pendidikan dengan kondisi kerusakan mulai ringan hingga berat.
Ia menjelaskan, sekolah yang disetujui pemerintah pusat saat ini merupakan kategori paling mendesak atau prioritas.
“Salah satunya SDN Tamberu 2 yang akan dibangun di tanah milik Pemkab tidak jauh dari lokasi sebelumnya,” katanya.
Basri menyebut SDN Tamberu 2 mendapat bantuan pembangunan enam ruang kelas melalui program revitalisasi tersebut.
Ia menambahkan, penentuan sekolah penerima program sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat selama persyaratan administrasi terpenuhi.
“Kriteria yang mendapatkan pusat yang menentukan, sepanjang persyaratan administrasinya lengkap,” ujarnya.
Menurut dia, persetujuan terhadap 20 sekolah itu disampaikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat kunjungan ke Pamekasan.
“Ini bentuk komitmen Pak Menteri untuk Pamekasan,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang ditandai penandatanganan prasasti di SDN Jalmak 1 Pamekasan.
“Revitalisasi satuan pendidikan adalah investasi jangka panjang. Sekolah yang layak, aman, dan menyenangkan akan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Abdul Mu’ti.













