• Terkini
  • Trending
  • Semua

UIN Madura Tutup Tahun 2025 dengan Tambahan Dua Profesor Baru

6 bulan lalu

Pamekasan Tanam 370 Pohon di Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2026

1 hari lalu

Bea Cukai Sarankan Pengusaha Dalami Data terkait Tuntutan Tarif SKM III Khusus Madura

2 hari lalu

PT. POMI Paiton Dorong IBS PKMKK Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kearifan Lokal

2 hari lalu

Tabrakan Dua Motor di Desa Trasak Pamekasan Tewaskan Dua Pemuda

2 hari lalu

Persepam Kunci Tiket 32 Besar Liga 4 Nasional Usai Tundukkan Persak Kebumen

2 hari lalu

Pengusaha Tembakau dan Rokok Madura Ingin Cukai SKM Golongan Tiga hanya di Madura Saja

3 hari lalu

Pemkab dan Pengusaha Rokok Pamekasan Rencana ke Jakarta Respon Pemberlakuan Cukai Kelas III

3 hari lalu

Muhammadiyah Siap Layani Gugatan Lahan TK Aisyiyah Laden Pamekasan

4 hari lalu

Yayasan Aisyiyah Bustanul Athfal Laden Pamekasan Terancam Dipidanakan

4 hari lalu

Bupati Pamekasan Soroti Lima Kompetensi Guru untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

4 hari lalu

7,6 Miliar Dana Permodalan UMKM di Pamekasan Mengendap

4 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Sebut IBS PKMKK Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Pesantren

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Juni 6, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

UIN Madura Tutup Tahun 2025 dengan Tambahan Dua Profesor Baru

Menag tekankan guru besar harus jadi mursyid

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
16 Desember 2025
in Pendidikan, Peristiwa
11 0
0

Achmad Muhlis bersama Mohamad Ali Al-Humaidy resmi dikukuhkan sebagai guru besar.

0
SHARES
111
VIEWS

PAMEKASAN,MADURANET — Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menutup akhir tahun 2025 dengan capaian akademik penting. Dua dosennya resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar rumpun ilmu agama oleh Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar.

Kedua guru besar tersebut yakni Achmad Muhlis sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan Islam dan Mohamad Ali Al-Humaidy sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Politik Islam.

Pengukuhan dilakukan melalui penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode II Tahun 2025 yang digelar di Hall Room Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Banten, Senin (15/12/2025).

Dalam acara itu, Menag Nasaruddin Umar mengukuhkan total 116 profesor rumpun ilmu agama dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia. Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa jabatan Guru Besar tidak boleh dimaknai sebatas capaian akademik semata.

Menurut dia, gelar profesor merupakan amanah keilmuan dan moral yang menuntut tanggung jawab besar untuk membimbing umat.

“Seorang Guru Besar harus mampu melihat apa yang disampaikan dan siapa yang menyampaikan,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, penguasaan Al-Qur’an juga tidak cukup dipahami hanya sebagai Kitabullah, tetapi harus dihayati sebagai Kalamullah agar ilmu yang diajarkan memiliki kedalaman spiritual dan mampu membentuk karakter.

Menag pun mengingatkan bahwa ilmu sejatinya adalah cahaya yang tidak dapat dilepaskan dari akhlak. Ia menekankan, cahaya ilmu tidak akan diberikan kepada orang yang mengabaikan nilai-nilai moral.

“Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat,” katanya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan bahwa Guru Besar idealnya berperan sebagai mursyid, yakni figur teladan yang membimbing mahasiswa dan masyarakat, baik dalam aspek keilmuan maupun akhlak. Menurut dia, keberhasilan seorang profesor tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, tetapi juga dari keteladanan sikap dan perilaku.

Dalam pengembangan keilmuan di lingkungan PTKI, Menag mendorong penerapan metodologi khadari, yang diawali dengan proses tazkiyah sebelum ta’lim, agar ilmu tidak kering dari nilai-nilai spiritual.

Dengan tambahan dua guru besar baru di UIN Madura ini, maka jumlah guru besar menjadi 17 orang. Tambahan tersebut semakin memantapkan langkah kampus yang baru beralih status itu, untuk bersaing dengan kampus besar lainnya di Indonesia.

Tags: Guru BesarGuru besar UIN MaduraMenagMentri AgamaUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version