PAMEKASAN, MADURANET — Sebanyak 350 relawan dari lintas instansi dan komunitas di Kabupaten Pamekasan, bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah di kawasan pesisir Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Minggu (12/10/2025) pagi.
Aksi ini diprakarsai oleh Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) dalam rangka memperingati Hari Aksi Bersih Sampah Sedunia (World CleanUp Day Indonesia/WCDI) 2025, yang kali ini difokuskan di Pantai Tlanakan, salah satu titik pesisir dengan aktivitas nelayan dan wisata yang cukup padat.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.58 hingga 08.15 WIB, diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai lembaga pemerintah, aparat TNI–Polri, pelajar, dan organisasi lingkungan.
Aksi diprakarsai oleh Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM)ini di bawah koordinasi Endang Tri W, yang juga dosen Agrobisnis Perikanan di Universitas Islam Madura (UIM) sekaligus anggota Dewan Sumber Daya Air Jawa Timur 2024–2029.
“Saya sangat miris melihat sampah yang masih bertebaran di pesisir. Ini menandakan masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan laut. Padahal laut adalah sumber kehidupan,” ujar Dr. Endang dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa World CleanUp Day merupakan gerakan global yang diikuti oleh 191 negara dan lebih dari 13 juta relawan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Gerakan ini menjadi simbol kolaborasi global dalam menjaga bumi dari ancaman pencemaran sampah.
Endang berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat pesisir secara aktif.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya ikut membersihkan hari ini, tetapi menjadi bagian dari perubahan perilaku. Kalau laut kotor, bukan hanya ikan yang hilang, tapi masa depan anak-anak kita juga,” tutupnya.
Aksi bersih pantai ini diikuti berbagai unsur, di antaranya Pos Kamla Pasongsongan dan Camplong, Koramil 0826/02 Tlanakan, Satpolairud Polres Pamekasan, Tagana Dinsos, Basmapala SMAN 4 Pamekasan, Manpala Naviri, FRPB, BPBD, Pramuka, serta sejumlah lembaga pendidikan seperti SMKN 1 Tlanakan dan Racana UIM Madura.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH),Dinas Perikanan, Dinas PUPR, hingga LDII Go Green turut ambil bagian dalam kegiatan yang diwarnai suasana gotong royong dan kebersamaan tersebut.
Perwakilan Perum Perhutani KPH Madura, Bapak Sumbodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi.
“Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Keindahan pantai ini tidak bisa dijaga hanya oleh satu pihak, tapi oleh semua yang mencintai alam,” ujarnya.
Usai pengarahan, para peserta menyisir sepanjang garis pantai untuk mengumpulkan plastik, botol, dan limbah rumah tangga yang terbawa arus laut.
Dalam waktu kurang dari dua jam, tumpukan sampah berhasil dikumpulkan dalam puluhan karung sebelum dibawa oleh petugas kebersihan DLH setempat.













