PAMEKASAN, MADURANET –Persoalan sampah liar di Dusun Lobuk, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, kian memprihatinkan. Tumpukan plastik, sisa makanan, limbah rumah tangga hingga bangkai menumpuk di tepi Jalan Raya Konang yang notabene merupakan jalan kabupaten.
Kepala Desa Dasok, Fathorrasyid mengaku sudah melakukan segala upaya untuk menghentikan kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di lokasi tersebut. Namun keterbatasan anggaran membuat mereka tak mampu menyediakan penjaga secara permanen.
“Kami pernah tempatkan orang untuk jaga agar warga tidak buang sampah sembarangan. Tapi tak bisa lama. Dana desa kami tidak cukup untuk bayar penjaga terus menerus,” terang Rasyid saat ditemui mahasiswa KKN UIN Madura, Sabtu (13/7/2025).
Masalah makin pelik karena yang membuang sampah tidak hanya berasal dari warga desa setempat. Letak lokasi yang strategis di pinggir jalan raya membuat masyarakat dari desa lain pun kerap menjadikan tempat itu sebagai tempat pembuangan sampah.
“Ini jalan kabupaten. Banyak warga dari luar desa yang juga buang sampah di situ. Jadi bukan hanya warga Dasok yang salah. Kami harap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun tangan,” imbuh Rasyid.
Pemerintah desa pun mengaku sudah sering mengkampanyekan kebersihan, melakukan gotong royong, hingga menyiapkan spanduk peringatan. Tapi, ketika tidak ada penjagaan, perilaku lama masyarakat kembali muncul.
“Kami tidak tinggal diam. Tapi persoalan ini melampaui kapasitas desa. Kami siap jika dibutuhkan koordinasi dengan pihak kabupaten,” imbuhnya.
Moh Ridho Nur Abdillah, koordinator desa (Kordes) KKN posko 25 Fakultas Tarbiyah UIN Madura di Desa Dasok, menyebut pihaknya sudah memantau aktivitas pembuangan selama sepekan terakhir. Ia menilai tumpukan sampah terus bertambah karena minim pengawasan dan kesadaran masyarakat.
“Paling banyak aktivitas buang sampah terjadi di pagi hari, petang, dan tengah malam. Masyarakat seperti sengaja memilih waktu sepi agar tak ketahuan,” ungkap Ridho.
Ketua salah satu organisasi mahasiswa ekstra kampus ini juga menilai, bahwa DLH tidak mendukung visi Bupati Pamekasan dalam pembangunan dan keindahan tingkat kecamatan dan desa.
Kepala DLH Pamekasan Supriyanto, saat dihubungi via WhatsApp mengarahkan wartawan ke Kepala Bidang (Kabid) Persampahan untuk konfirmasi lebih lanjut, dikarenakan dirinya sedang ada acara. Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada respon dari pihak yang bersangkutan.













