PAMEKASAN, MADURANET – Perayaan Malam Kemilau Madura, dalam rangka Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan, mendapat apresiasi dari masyarakat. Pengunjung menilai, kegiatan tersebut menghadirkan hiburan bagi keluarga, sekaligus menjadi ruang untuk mengenal kembali seni dan budaya lokal.
Salah seorang pengunjung, Erlina (50) warga Pamekasan, menilai pengenalan kembali musik dan lagu Madura di kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/2026) malam ini, menjadi bagian paling menarik. Bahkan, sejumlah lagu yang lama tidak didengarnya kembali hadir dan bisa dinikmati bersama keluarga.
“Awalnya ada lagu yang saya tahu, dan ada yang tidak. Kalau saya yang sudah tua, sebagian tahu, tetapi sudah lama tidak mendengarkannya. Sekarang ada lagi, alhamdulillah bisa menikmati,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seni budaya seperti itu layak digelar setiap tahun. Dia juga menilai konsep yang memadukan tradisi Madura, Arab, dan China menunjukkan, kebersamaan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
“Sangat bagus sekali. Berarti tidak ada perbedaan antara China, Arab, dan pribumi. Kebersamaannya sangat bagus,” katanya.
Meski mengapresiasi konsep acara, Erlina menilai, penyelenggaraan masih perlu ditata lebih baik. Dia melihat sejumlah pertunjukan, berlangsung tumpang tindih sehingga alur acara kurang runtut.
“Konsepnya sudah bagus, cuma mungkin acaranya tadi tumpang tindih. Ke depan bisa diperbaiki lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Qiqi (32) yang serombongan dengan Erlina, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pamekasan Kholilurrahman, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurut dia, acara tersebut memberikan hiburan bagi masyarakat, tanpa harus mengeluarkan biaya, termasuk melalui sajian makanan gratis.
“Senang banget, kita punya hiburan. Terima kasih kepada Kyai Holil selaku Bupati Pamekasan, yang sudah mengadakan acara seperti ini,” tutur Qiqi.
Dia berharap, kegiatan yang mengangkat budaya lokal, tetap menjadi bagian dari perayaan hari jadi Pamekasan pada tahun-tahun mendatang.
”Semoga semakin bagus dan meriah acaranya. Konsep pengenalan tradisi ini juga dipertahankan,” kata dia.
Apresiasi serupa disampaikan pengunjung lain, Santoso, warga Palengaan, mengaku senang bisa menikmati pertunjukan musik, dan kesenian Madura bersama keluarga.
“Sangat meriah sekali dan menyenangkan. Saya bisa jalan-jalan bersama keluarga, melihat pertunjukan Musik Daul dan seni budaya Madura. Jadi, bisa mengenal seni budaya Madura di sini,” kata Santoso.
Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, agar suasana Pamekasan semakin meriah. Santoso juga menyampaikan harapan agar daerahnya semakin maju dan sukses.
”Semoga Pamekasan terus maju dan jaya,” tuturnya sambil menunjukkan senyum gembira.
