PAMEKASAN, MADURANET – Sebanyak 6.000 porsi makanan gratis disiapkan untuk masyarakat, dalam kegiatan Malam Kemilau Madura, ’Simfoni Budaya Pamekasan’ di kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/2026) malam.
Ribuan porsi makanan tersebut terdiri dari kuliner khas Madura, makanan Arab, dan makanan China halal. Kegiatan yang terbuka untuk umum itu, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Akmalul Firdaus mengatakan, penyediaan makanan gratis tersebut, menjadi salah satu cara untuk menampilkan keberagaman budaya dan etnis yang hidup di Pamekasan.
“Pada Hari Jadi Pamekasan ini kami menyiapkan makanan tradisional gratis, mulai dari makanan khas Madura, Arab, hingga China atau Chinese food,” kata Firdaus.
Menurut dia, keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat, dalam semangat bersama membangun Pamekasan. Karena itu, kegiatan tidak hanya menghadirkan sajian kuliner, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur budaya dalam satu ruang perayaan.
Untuk penataan lokasi, makanan China dan Arab disediakan di sisi barat Arek Lancor. Sementara makanan tradisional Madura ditempatkan di sisi timur kawasan monumen.
Firdaus juge menjelaskan, nuansa keberagaman, juga diperkuat dengan dekorasi lampion yang menghiasi lokasi acara. Ornamen tersebut menghadirkan suasana khas budaya China sekaligus melengkapi konsep perayaan yang, mengangkat perjumpaan berbagai tradisi.
Melalui Malam Kemilau Madura, Pemerintah Kabupaten Pamekasan ingin menjadikan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kebersamaan masyarakat.
”Sajian kuliner dari tiga tradisi itu, diharapkan memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman warga,” tandasnya.
