PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, berkomitmen membangkitkan kembali industri batik lokal, yang dinilai mulai meredup. Upaya tersebut, menjadi bagian dari penguatan identitas budaya daerah yang memiliki sejarah panjang.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan komitmen itu, dalam puncak peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan, melalui kegiatan Malam Kemilau Madura di kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/2026) malam.
Dalam peringatan tersebut, Bupati menjelaskan sejarah Pamekasan, turut ditampilkan melalui kain batik sepanjang 1.530 meter. Panjang kain itu, merujuk pada tahun 1530 Masehi, yang dikaitkan dengan masa Panembahan Ronggosukowati.
”Batik tersebut terpanjang sedunia, dan sudah memperoleh rekor MURI,” kata dia.
Kholilurrahman menilai, pelestarian budaya perlu disertai upaya menghidupkan kembali sektor ekonomi, yang tumbuh dari tradisi masyarakat.
”Batik lokal menjadi salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian, agar tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai kegiatan ekonomi,” ungkap Eks Anggota DPR RI tersebut.
Dia juga menegaskan, bahwa penguatan sektor budaya tidak boleh mengesampingkan pembangunan pendidikan.
Melalui pengembangan batik, pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong keberlanjutan tradisi, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produknya.
