• Terkini
  • Trending
  • Semua

Rivalitas Joki Sapi Karapan antara Guru dan Murid

1 jam lalu

Tak Mau Dimadu Melaju ke Final Karapan Sapi Piala Presiden 2026

3 jam lalu
AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

4 jam lalu
Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

Travel Umroh PT Imawa Pamekasan Lebarkan Sayap ke Jembrana Bali

5 jam lalu

Siswa MTs Kyai Mudrikah Pamekasan Pamerkan 18 Karya IPA dari Barang Bekas

17 jam lalu

48 Pasang Sapi di Pamekasan Berebut 6 Tiket Menuju Piala Presiden

21 jam lalu

Bupati Pamekasan Janjikan Perbaikan Lapangan Karapan Sapi Asem Manis

22 jam lalu

Polisi Selidiki Pemilik Ekskavator Perusak Indomaret di Pamekasan

2 hari lalu

Setengah Abad Hasan Berjualan Topi di Sudut Arek Lancor

3 hari lalu

Polisi Pamekasan Mulai Selidiki Perusakan Indomaret di Palengaan

3 hari lalu

Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Berpeluang Naik

3 hari lalu

Advokad Sulaisi; Perusakan Indomaret di Pamekasan Pelanggaran Pidana

4 hari lalu

Pemkab Pamekasan Perkuat Pengawasan Vape dan NAPZA

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Oktober 12, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Rivalitas Joki Sapi Karapan antara Guru dan Murid

Enam tahun menjadi joki, Toriq telah mengantongi enam tiket ke Gubeng. Faris, muridnya yang berusia 14 tahun, menyusul dengan tiga tiket.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
12 Oktober 2026
in Budaya
10 0
0

Toris dan dan Faris berselebrasi usai memacu sapi di final Kerapan Kabupaten Pamekasan 2026.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN,MADURANET – Debu mengepul di lintasan karapan sapi Asem Manis, Desa Murtajih, Pademawu, Ahad, (11/10/2026), saat Karapan Sapi piala Bupati Pamekasan 2026. Dua pasang sapi melesat di lintasan sepanjang 130 meter.

Di atasnya, dua joki cilik menepuk bokong sapi sambil menjaga keseimbangan agar tak terlempar. Keduanya masih bocah. Toriq duduk di kelas IX SMP di Pamekasan, sedangkan Faris, 14 tahun, masih kelas V SD.

Kedua bocah ini, punya hubungan erat. Toriq adalah guru, sedangkan Faris muridnya. Di lintasan karapan, keduanya merupakan rival.

Toriq lahir di Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan. Ia mengaku, mengenal lintasan karapan sapi saat duduk di bangku kelas III SD, ketika diajak menonton perlombaan.

Setahun kemudian, ia mulai belajar menjadi tokang tongkok, sebutan bagi joki karapan sapi. Pamannya, yang pernah menjadi joki, menjadi tempatnya berlatih.

“Pasti jatuh, Mas,” kata Toriq, kepada Maduranet, sambil mengenang masa-masa awal latihan.

Ia beberapa kali terjatuh, sebelum terbiasa mengendalikan keseimbangan di atas pasangan sapi yang berlari kencang.

Kini, enam tahun menjadi joki, Toriq mengaku sudah tak menghitung berapa kali sapi yang ditungganginya meraih juara. Ia pernah berlaga dari tingkat kabupaten hingga Gubeng, ajang yang kini kembali ia incar.

“Saya sudah mengamankan enam tiket ke Gubeng nanti,” ujarnya.

Menurut Toriq, kunci menjadi joki bukan menghilangkan rasa takut, melainkan berlatih menjaga keseimbangan. Kecepatan sapi kerap bisa mencapai 38–43 kilometer per jam. Dalam laju itu, joki harus menjaga tubuh tetap stabil hingga garis akhir.

”Selain memang fisik yang dilatih, mental juga harus stabil saat memacu,” ucap dia.

Lain pula dengan Faris, bocah asal Desa Dasuk, Kabupaten Sumenep. Ia memilih belajar kepada Toriq setelah tertarik melihat karapan sapi. Ia mulai menjadi joki sekitar dua tahun lalu. Kini, murid itu juga mengincar Gubeng Piala Presiden dan telah mengantongi tiga tiket.

“Saya belajar ke Kak Toriq ini,” kata Faris.

Baginya, Toriq bukan hanya guru, melainkan juga teman dan lawan di lapangan. Faris pun menyimpan cita-cita memiliki sapi kerap sendiri. Ia mengaku mendapat dukungan keluarga, ayah dan ibunya yang biasa mengantar sekaligus menonton perlombaan.

Pada final karapan sapi 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pamekasan itu, penonton bertahan di tepi lintasan meski cuaca panas dan debu beterbangan.

Tak Mau Dimadu keluar sebagai juara pertama, disusul Anti Virus dan Tampel Sakti 99.

Tags: Gubeng 2026Joki Kerapan SapiKabupaten PamekasanKerapan SapiKerapan Sapi Kabupaten Pamekasan 2026Sapi Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version