• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

3 bulan lalu

Muhammadiyah Pamekasan Buka Gembok Sekolah yang Disegel Ahli Waris

1 jam lalu

Maulid Nabi Bukan Sekadar Peringatan, Guru Besar UIN Madura Dorong Keteladanan dalam Kehidupan

10 jam lalu

MI dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Pamekasan Disegel

10 jam lalu

57 CPNS Dilantik Bupati Pamekasan Berpesan Agar Maksimal Layani Masyarakat

1 hari lalu

Berangkat Sebelum Subuh, Pulang Membawa IPK 4,00

1 hari lalu

Anak Korban Pencabulan Ayah Kandung Lahir di Toilet

1 hari lalu

Cek Pembelian Tembakau Bupati Pamekasan Tidak Temukan Sampel Dibeli Berdasarkan Perda

2 hari lalu
Aktivis Perempuan Desak Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Pamekasan

Ayah di Pamekasan Setubuhi Anaknya Hingga Hamil dan Melahirkan

4 hari lalu

BPBD Pamekasan Respons Krisis Air Bersih di Tiga Dusun Desa Kertagenah Laok

4 hari lalu

Warga Desa Ketargenah Pamekasan Krisis Air Bersih, Satu Sumur Diperebutkan Tiga Dusun

5 hari lalu

Ajudan dan Bupati Pamekasan Bantah Isu Pemukulan

6 hari lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Diduga Karena Pengaruh Sabu-Sabu Pemuda Bacok Pemuda

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Agustus 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

Lebih dari satu dekade, pegawai BPBD Pamekasan itu mengurus jenazah warga miskin, menjemput mayat dari luar daerah, hingga memakai uang pribadinya agar seseorang bisa dimakamkan di kampung halaman.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
23 Mei 2026
in Budaya
11 0
0

Budi Cahyono, pendiri Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan ditengah kesibukan perbaikan ambulan, Sabtu (23/5/2026).

0
SHARES
108
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Telepon itu bisa datang kapan saja kepada Budi Cahyono. Tengah malam, dini hari, atau saat hujan deras mengguyur Pamekasan. Kadang dari rumah sakit. Kadang dari keluarga yang panik karena anggota keluarganya meninggal di perantauan.

Isi pesannya hampir selalu sama, meminta bantuan agar jenazah bisa dipulangkan atau keluarga yang sedang bingung kendaraan untuk berobat.

Budi tak banyak bertanya. Ia akan segera menyiapkan ambulans, menghubungi relawan, lalu berangkat.

“Yang penting orang sakit, bahkan jenazah bisa sampai rumah,” katanya, Sabtu, (23/5/2026).

Sudah 12 tahun rutinitas itu ia jalani. Di sela pekerjaannya sebagai aparatur sipil negara di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi justru lebih dikenal masyarakat sebagai orang yang selalu siap mengantar orang sakit dan mayat pulang.

Tak sedikit warga Pamekasan yang mengenal namanya karena kabar dari mulut ke mulut. Ketika ada keluarga sakit dan meninggal di Surabaya, Kalimantan, atau daerah lain, nama Budi sering menjadi nomor pertama yang dihubungi.

Ia bukan sopir ambulans biasa. Ia pendiri Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan, komunitas relawan yang sejak 2014 bergerak membantu masyarakat dalam situasi darurat, termasuk mengurus pemulangan jenazah. Namun, bagi Budi, semua itu bukan pekerjaan. Ia menyebutnya panggilan batin.

Ia menceritakan, ini semua bermula dari pengalaman pribadi. Bertahun-tahun lalu, ibunya mengidap penyakit kronis. Saat itu, ia harus bolak-balik rumah sakit dan kesulitan mencari kendaraan untuk membawa sang ibu berobat.

”Kesulitan itu tertanam jelas di kepala saya,” ucapnya.

Ia mulai berpikir, penderitaan orang sakit dan keluarga yang kehilangan sering kali bukan hanya soal biaya rumah sakit, tetapi juga soal kendaraan dan pertolongan yang datang terlambat.

Dari situ, ia mulai aktif membantu warga yang membutuhkan ambulans. Lama-kelamaan, bantuan itu meluas hingga pengurusan jenazah.

“Kalau ada yang meninggal, atau butuh mengantarkan orang sakit di luar daerah dan keluarganya bingung, biasanya kami berangkat,” ujarnya.

Budi mengaku hanya meminta uang bensin dan konsumsi sopir. Namun, jika keluarga korban benar-benar tidak mampu, semuanya ditanggung relawan.

“Kalau memang tidak punya uang, ya gratis. Kami sudah biasa pakai uang pribadi,” katanya.

Untuk menjaga komunitas tetap hidup, sekitar 50 anggota FRPB terbiasa patungan. Mereka menyisihkan uang sendiri untuk memperbaiki ambulans, membeli bahan bakar, hingga biaya operasional lain.

Di halaman rumahnya, beberapa ambulans tua terparkir. Sebagian kendaraan itu merupakan hibah mobil bekas yang kemudian diperbaiki seadanya agar tetap bisa digunakan.

“Bukan mobil bekas lagi, tapi bekas mobil,” kata Budi sambil tertawa kecil.

Kini FRPB memiliki 11 kendaraan operasional. tujuh di antaranya ambulans yang setiap saat siap dipakai masyarakat.

”Ambulan kami juga ada yang stanby di rumah singgah pasien Surabaya, untuk jaga-jaga keadaan darurat,” ucapnya.

Tahun ini, kata Budi, Bupati Kabupaten Pamekasan Kholilurrahman memberikan bantuan satu ambulans dan satu mobil Avanza. Bantuan itu sedikit meringankan beban komunitas yang selama ini hidup dari swadaya. Meski demikian, Budi tetap terbiasa mengeluarkan uang pribadi untuk operasional relawan.

Ia tak menghitung sudah berapa jenazah yang pernah ia antar pulang. Ada yang meninggal karena sakit. Ada korban kecelakaan. Ada pula jenazah yang tak dikenali keluarganya hingga relawan turun membantu proses identifikasi.

Pengalaman-pengalaman itu membuatnya akrab dengan kematian. Namun, ia mengaku tak pernah benar-benar terbiasa.

“Setiap jenazah itu punya cerita,” katanya.

Di balik pekerjaannya, ada satu hal yang paling ia takutkan: keluarga yang tak mampu membawa pulang anggota keluarganya sendiri.

Karena itu, selama tenaganya masih ada, Budi ingin tetap berada di jalan-jalan panjang itu, mengantar seseorang kembali ke rumahnya untuk terakhir kali.

Tags: ASNBencanaBPBD PamekasanBupati PamekasanFRPBPamekasanSopir ambulan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version