PAMEKASAN, MADURANET – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan menyatakan perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri masih terkendali.
Meski terjadi kenaikan harga, nilainya masih berada di bawah ambang batas Indeks Perkembangan Harga (IPH) maksimal yang ditetapkan pemerintah sebesar 5 persen.
Kepala BPS Pamekasan Parsad Barkah Pamungkas mengatakan kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola yang hampir selalu terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama tiga tahun terakhir, setiap menjelang dan memasuki awal Ramadan selalu terjadi peningkatan Indeks Perkembangan Harga. Pola itu terlihat pada tahun 2024, 2025, hingga 2026,” kata Parsad saat menyampaikan pemaparan data perkembangan harga di Pamekasan, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga biasanya terjadi pada awal Ramadan, kemudian secara bertahap kembali normal seiring berjalannya waktu.
Berdasarkan data BPS, terang dia, harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan pada awal Februari 2026. Pada pekan kedua Februari, harga sempat menurun, namun kembali meningkat ketika memasuki awal Ramadan.
Pihaknya menyebutkan, puncak kenaikan harga terjadi pada pekan keempat Februari dengan IPH sekitar 3,28 persen. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan pemerintah.
“Puncaknya sekitar 3,28 persen, tetapi itu masih di bawah batas IPH maksimal 5 persen. Jadi secara umum masih terkendali,” ujar Parsad.
Memasuki minggu pertama Maret 2026, BPS mencatat harga sejumlah komoditas mulai mengalami penurunan. IPH tercatat turun hingga sekitar 0,44 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh beberapa komoditas pangan utama.
“Perubahan atau penurunan harga pada awal Maret dipengaruhi oleh cabai rawit sebesar 0,47 persen, bawang merah 0,10 persen, dan telur ayam 0,04 persen,” kata Parsad.
Data BPS juga menunjukkan tren serupa dalam tiga tahun terakhir, di mana harga komoditas pangan biasanya meningkat menjelang Ramadan, tetapi masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan pemerintah.
Dengan kondisi tersebut, BPS menilai perkembangan harga di Pamekasan menjelang Ramadan tahun ini masih relatif stabil dan belum menunjukkan gejolak yang signifikan.













