• Terkini
  • Trending
  • Semua

Bupati Kholilurrahman Tegaskan Warga Sakit Kritis Langsung ke RS Pembayaran Belakangan

2 jam lalu

Layanan Data Kependudukan Wilayah Barat Pamekasan Diluncurkan di Kecamatan Proppo

52 menit lalu

MTQ XXXII Pamekasan Ditutup, 807 Peserta Disiapkan Menuju Jawa Timur

3 jam lalu

Pekan Budaya akan Semarakkan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan

12 jam lalu

Bupati Pamekasan Cek Bantuan Aspal Jalan Swadaya Bermanfaat

17 jam lalu

537 Buruh PT Jawara Internasional Pamekasan Terima BLT DBHCHT

21 jam lalu

Perubahan APBD Pamekasan 2026 Fokus Jalan, Jembatan, dan Layanan Kesehatan

2 hari lalu

3 Tim Peneliti UIN Madura Lolos Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026

2 hari lalu

Santri PP SABAR Pamekasan Bakal Studi ke China Dalami Kemajuan Teknologi

2 hari lalu

Serapan Garam Pamekasan Baru 54 Persen, Stok 9.310 Ton Masih Tersimpan

3 hari lalu

MTQ XXXII Pamekasan Resmi Dibuka, Bupati: Al-Qur’an Harus Hadir dalam Kehidupan

3 hari lalu

Sepak Bola Bupati Cup Pamekasan Siap Digelar 30 September

4 hari lalu

P-APBD Pamekasan 2026: Pendapatan Naik Rp 63,8 Miliar, Defisit Tinggal 48 Persen

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, September 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

Bupati Kholilurrahman Tegaskan Warga Sakit Kritis Langsung ke RS Pembayaran Belakangan

Pernyataan itu muncul setelah kasus balita asal Tlanakan yang sempat kesulitan membayar biaya pengobatan menjadi perhatian publik.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
25 September 2026
in Pemerintahan
10 0
0

Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat diwawancarai usai penutupan MTQ XXXII 2026.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman meminta warga, tidak menunda membawa pasien kritis ke rumah sakit, hanya karena persoalan biaya. Ia menegaskan pemerintah daerah akan menjamin penanganan medis, bagi warga yang membutuhkan.

Pernyataan itu disampaikan, menyusul kisah pasangan Ida Saidah (35) dan Mustofa (43), nelayan asal Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, yang sempat kebingungan mencari uang tunai Rp 550.000 saat anak mereka, Mohammad Gazal Al Farizki (3), jatuh sakit.

“Jangan mikir pinjaman uang dulu, langsung berangkat ke rumah sakit,” kata Kholilurrahman dihadapan ribuan masyarakat dalam penutupan MTQ XXXII 2026, Kamis (24/9/2026).

Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh rumah sakit daerah dan puskesmas, agar pasien dalam kondisi kritis ditangani lebih dulu, tanpa menanyakan status BPJS maupun pasien umum.

Bupati bahkan meminta masyarakat, mendokumentasikan identitas petugas, apabila masih ada tenaga kesehatan yang mendahulukan pertanyaan administrasi kepada pasien gawat darurat. Menurut dia, tindakan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Saya merasa berdosa kalau ada warga Pamekasan, tidak mendapatkan pelayanan. Kalau nanti terpaksa tidak bisa membayar, pemerintah yang akan membayar. Kalau pemerintah tidak bisa, saya yang bertanggung jawab mengganti,” ujarnya.

Gazal sebelumnya, sempat di rawat di Puskesmas Bandaran, melalui layanan umum dengan tanggungan biaya Rp 550.000, dan 300.000 untuk kamar.

Setelah sempat dibawa pulang dan kondisi kembali memburuk. Gazal kembali dirawat melalui program Biaya Kesehatan Masyarakat Miskin (Biakes Maskin), di RSUD Mohammad Noer Pamekasan. Namun sehari  dirawat, kondisinya semakin memburuk, hingga harus dirawat ruang ICU.

Selain layanan kesehatan, Kholilurrahman juga meminta camat melaporkan tiga kelompok warga, yang harus diprioritaskan pemerintah, yakni keluarga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, warga dengan rumah tidak layak huni yang membahayakan keselamatan, serta masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

“Pelayanan publik harus tumbuh dari kesadaran melayani, bukan karena tekanan atau paksaan,” pungkasnya.

Tags: BPJS KesehatanBupati Pamekasan KholilurrahmanKesehatanPemkab PamekasanTak mampu berobatUHC
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version