• Terkini
  • Trending
  • Semua

UIN Madura Gembleng Dosen dengan Pelatihan PAR dan ABCD

2 bulan lalu

PKH Pamekasan Ungkap Penyebab Data Desil Tak Sesuai Fakta

5 jam lalu

Mahfud MD: Indonesia Sudah Merdeka dari KUHAP Kolonial

6 jam lalu

Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Bugih Pamekasan, Akses Jalan Sempat Terganggu

12 jam lalu

Babinsa di Tlanakan Dampingi Penyaluran Bantuan Air Bersih ke Warga

2 hari lalu

BPS Pamekasan Rencanakan Pemutakhiran DTSEN Door to Door

3 hari lalu

Kerja Serabutan Eks TKI Desa Tegangser Laok Pamekasan Sudah Terdata Kaya

3 hari lalu

Jaminan Kesehatan Dicoret Ersam Eks TKI Berharap Keluarganya Tidak Ada yang Sakit

3 hari lalu

Penggemar Valen di Pamekasan Donasi Bencana Aceh dan Sumatera 1,1 Miliar

4 hari lalu

Penonton Bergelimpangan di Konser Penyambutan Valen Pamekasan

4 hari lalu

Berdesakan Masuk Stadion Penonton Valen Terinjak hingga Terluka

4 hari lalu

Pecinta Valen Padati Stadion Sejak Pagi

4 hari lalu

Memasuki Tahun Baru Harga Sembako Turun

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Januari 5, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Bola
  • Gaya
Home Peristiwa Pendidikan

UIN Madura Gembleng Dosen dengan Pelatihan PAR dan ABCD

LP2M targetkan pendampingan KKN berbasis pemberdayaan dan aset komunitas

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
20 November 2025
in Pendidikan
16 0
0

Sesi penyampaian materi Pelatihan PAR dan ABCD bagi dosen calon Dosen Pendamping Lapangan KKN, Kamis (20/11/2025).

0
SHARES
157
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Madura menggelar Pelatihan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD) bagi dosen muda calon Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN, Kamis (20/11/2025).

Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai pembekalan teknis, tetapi juga sebagai upaya memperkuat paradigma pengabdian agar lebih partisipatoris dan bertumpu pada aset masyarakat.

Ketua LP2M, Mashur Abadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari agenda strategis lembaganya. Ia menyebut bahwa pendamping KKN tidak cukup hanya memahami prosedur administratif, tetapi harus mampu bekerja berbasis metodologi.

“Pelatihan ini disiapkan untuk memastikan DPL memahami pendekatan PAR dan ABCD sebagai dasar pendampingan mahasiswa,” ujarnya.

Mashur menambahkan, pelatihan serupa akan terus menjadi agenda prioritas LP2M agar kualitas pengabdian semakin terukur dan berdampak. Pendekatan PAR, kata dia, memberi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk bersama warga menganalisis masalah, sementara ABCD mengarahkan pendamping mengidentifikasi kekuatan komunitas sebagai pintu masuk pembangunan.

Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menekankan pentingnya keseragaman perspektif dalam menjalankan KKN. Ia mengingatkan bahwa pengabdian masyarakat tidak boleh sekadar menjadi rutinitas tahunan.

Menurut rektor, penguatan pemahaman teoretik dan praktis tidak bisa ditawar. “Penyamaan persepsi dan orientasi pengabdian penting agar output dan outcome-nya lebih terarah,” tuturnya.

Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan secara serius karena dampaknya akan langsung dirasakan dalam kualitas pendampingan di lapangan.

Dalam pembukaan, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Madura, Moch Cholid Wardi, juga memberikan pengantar mengenai arah baru pengabdian berbasis riset tindakan.

”Perubahan paradigma ini sebagai langkah besar UIN Madura untuk memperkuat posisi kampus dalam pemberdayaan masyarakat, lanjutnya.

Pelatihan ini menghadirkan Agus Afandi, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia dikenal sebagai sosok yang banyak mengembangkan model pengabdian partisipatif di berbagai daerah.

Dalam pemaparannya, Agus menerangkan tahapan PAR dan ABCD secara rinci. Ia menekankan pentingnya pemetaan aset desa sebagai langkah awal sebelum merancang program.

”Pendekatan ABCD memungkinkan warga melihat potensi mereka sendiri, bukan sekadar mengeluhkan kekurangan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pendamping KKN harus bisa mengajak warga memetakan kekuatan mereka terlebih dahulu, bukan langsung membawa solusi dari kampus.

Selain teori, Agus juga mengajak peserta melakukan praktik pemetaan aset komunitas serta menyusun rencana aksi pengabdian berbasis kekuatan lokal.

Tags: Dosen UIN MaduraKkn UIN MaduraLP2M UIN MaduraUniversitas Islam Negeri (UIN) Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kriminal
  • Bola
  • Gaya
    • Kulinari
    • Kesehatan
    • Plesir

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version