PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, membentuk tim akselerasi pendapatan asli daerah (PAD), untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak dan retribusi di tengah keterbatasan fiskal.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, tim tersebut dikordinasikan Inspektur Daerah Kabupaten Pamekasan, Imam Ansori, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditunjuk. Dia mengungkapkan, upaya optimalisasi itu, mulai menunjukkan hasil berupa peningkatan PAD.
“Langkah yang sudah dilakukan ini yaitu membikin tim akselerasi PAD, yang dikordinasikan Inspektur bersama OPD terkait yang kita tunjuk. Alhamdulillah, mulai terasa hasilnya,” kata Kholilurrahman, Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, tim tersebut bertugas memulihkan dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah, termasuk pajak dan retribusi. Pemerintah daerah, juga akan mengevaluasi pemanfaatan aset dan fasilitas perdagangan yang belum memberikan kontribusi optimal.
”Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan pertokoan Pasar Sore,” terangnya.
Kholilurrahman menilai, kawasan tersebut belum ramai sehingga perlu dibenahi, antara lain melalui perbaikan penerangan, agar lebih menarik bagi pedagang dan pembeli.
Bahkan, pihaknya merencanakan, tidak ingin langsung membebani pedagang dengan retribusi ketika kawasan itu mulai dihidupkan kembali. Bupati mengusulkan masa tenggang atau grace period, selama enam bulan tanpa pungutan, agar aktivitas perdagangan tumbuh terlebih dahulu.
“Setelah nanti ramai, baru retribusi diminta. Jadi harus ada grace period,” ujarnya.
Kholilurrahman menyebut, penguatan PAD menjadi semakin penting, karena pemerintah daerah tidak bisa terus bergantung sepenuhnya, pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.
”Dalam APBD 2027, PAD Pamekasan diproyeksikan mencapai sekitar Rp 377 miliar,” sebut dia
Ia berharap, inovasi pengelolaan potensi daerah terus dikembangkan, agar penerimaan daerah meningkat tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat.
