PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengunjungi warga yang membangun jalan secara swadaya di dua desa, Kamis (29/10/2026).
”Kali ini kami ke Desa Debuen, Kecamatan Tlanakan dan Desa Jambringin, Kecamatan Proppo,” ungkap Bupati Kholil.
Dalam kunjungan itu, ia menjelaskan kondisi keuangan daerah, yang membatasi kemampuan pemerintah memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur.
Kholilurrahman menyebut, APBD Pamekasan 2027 diperkirakan sebesar Rp 1,8 triliun, turun dari sekitar Rp 2,3 triliun, sebelum kebijakan efisiensi. Menurut dia, pengurangan sekitar Rp 500 miliar tersebut, berkaitan dengan pengalihan anggaran untuk program prioritas nasional.
“Yang terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu, adalah saling pengertian. Pemerintah mengerti kebutuhan masyarakat, tetapi masyarakat juga mengerti keterbatasan anggaran,” kata Kholilurrahman.
Dalam kunjungan yang didampingi camat dan perwakilan Dinas PU tersebut, bupati menyapa warga yang bekerja memperbaiki jalan, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan pertanyaan dan kebutuhan di lapangan.
Di Desa Debuen, Kecamatan Tlanakan, warga membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk memperbaiki jalan sepanjang dua kilometer. Namun, mereka telah mengumpulkan dana swadaya lebih dari Rp 120 juta. Sementara itu, di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, warga merencanakan perbaikan jalan sepanjang sekitar 900 meter. Saat kunjungan, pengerjaan yang sedang berlangsung mencakup sekitar 150 meter.
Eks Anggota DPR RI tersebut mengapresiasi keterlibatan warga, dalam pembangunan tersebut. Ia menilai, keterbatasan anggaran dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, dengan pemerintah membantu memenuhi kebutuhan yang belum mampu ditangani masyarakat secara mandiri.
“Semangat gotong royong itu artinya masyarakat bisa mengerjakan sendiri apa kebutuhannya, dibantu oleh pemerintah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pembangunan jalan harus tetap memperhitungkan kebutuhan sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan kelautan. Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak akan cukup jika pelayanan sekolah dan penguatan ekonomi masyarakat justru terabaikan.
Karena itu, Kholilurrahman meminta masyarakat dan pemerintah saling memahami dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia berharap kebutuhan infrastruktur tetap dapat dipenuhi secara bertahap tanpa mengorbankan pelayanan publik dan sektor lain yang juga menjadi kebutuhan warga.
Di kesempatan tersebut, Bupati Kholil memberikan bantuan uang tunai di dua desa yang dikunjungi, guna meringankan beban masyarakat yang tengah mengumpulkan dana swadaya.
