Jadi Bumerang Pernyataan Fattah Jasin soal Sumenep Tidur 20 Tahun

Dukungan politik mengalir ke lawan politik Fattah Jasin karena penyataan Sumenep tidur 20 tahun karena dipimpin ulama

SUMENEP, MADURANET – Pernyataan Calon Bupati (Cabup) Sumenep, Fattah Jasin dalam sebuah rekaman video yang cukup viral, bahwa Kabupaten Sumenep dikatakan tidur selama 20 tahun, kini menjadi bumerang. Sejumlah tokoh sentral dan ulama kharismatik di Kabupaten Sumenep, terang-terangan mendukung lawan politik Fatah Jasin.

Ramdhan Siraj, mantan Bupati Sumenep dua periode sebelum Busyro Karim, terang-terangan mendukung pasangan Ahamd Fauzo-Dewi Khalifah pada Pilkada Sumenep tahun 2020.

Bahkan, Ramdhan Siraj ikut serta mengantar pasangan ini ke kantor KPU Sumenep, sangat pengambilan nomor urut pada Kamis (25/9/2020) kemarin.

Ramdhan Siraj mengaku, dukungannya kepada Fauzi-Eva sudah berdasarkan pertimbangan hati nurani dan keyakinan yang kuat.

Keputusan Ramdhan Siraj mendukung Fauzi-Eva, sempat mengejutkan publik. Sebab, kiai kharismatik ini sebelumnya memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan berpihak kepada salah satu calon. Bahkan hingga detik-detik penetapan calon oleh KPU, Ramdhan Siraj memilih bergeming.

“Dengan kesadaran diri dan atas iktiyar yang tulus, saya mendukung Fauzi-Eva untuk Pilkada Sumenep,” ujar Ramdhan Siraj, dikutip dari Tribun News.

Dengan bukti dukungan itu, Ramdhan Siraj berharap, cita-cita dirinya yang belum terwujud saat menjabat sebagai Bupati Sumenep, agar dilanjutkan oleh Fauzi-Eva. Apalagi, Fauzi sudah memiliki modal besar untuk menjalankan harapan Ramdhan Siraj karena sudah pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep.

Didukung Dewi Khalifah, perempuan dari Muslimat NU Sumenep, dikenal sebagai politisi tangguh dan pekerja keras, peluang Fauzi-Eva untuk memenangkan kontestasi Pilkada Sumenep, diprediksi akan mudah.

Bupati Sumenep, Busyro Karim turut merespon pernyataan Fattah Jasin tersebut dengan data-data program Pemkab Sumenep selama dipimpinnya. Pembangunan yang dilakukannya mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, kebudayaan dan politik.

“Biarkan saja orang memberikan penilaian Sumenep tidur 20 tahun, tetapi fakta dan data pembangunan sudah berbicara dan dirasakan rakyat Sumenep,” ungkap Busyro Karim dilansir dari youtube Kaisar tv.

Exit mobile version