Kiai Muhlis Nasir Ditunjuk Sebagai PAW Ketua PCNU Pamekasan 

Sisa waktu kepengurusan PCNU periode 2021-2026 tinggal 7 bulan

Sidang Pleno PCNU Pamekasan dengan agenda pengisian pejabat Ketua PCNU Pamekasan di Aula PCNU Pamekasan

PAMEKASAN, MADURANET– Rapat pleno Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan dengan agenda pemilihan Pengganti Antar Waktu (PAW) Ketua PCNU Pamekasan yang mengalami halangan tetap, dilaksanakan di Aula PCNU Pamekasan, Ahad (20/7/2025).

Sejumlah pengurus mulai dari jajaran Mustasyar, Rais, A’wan, para wakil ketua, ketua-ketua lembaga, ketua-ketua badan otonom, hadir dalam rapat pleno tersebut.

Sebelum rapat pleno dimulai, diadakan tahlil bersama untuk almarhum Ketua PCNU Pamekasan Taufik Hasyim dan istrinya yang wafat dalam peristiwa kecelakaan di tol Probolinggo.

Usai tahlil bersama, Wakil Rois KH. Misbahol Munir, menyampaikan sambutan dan arahan. Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok, Palengaan ini menjelaskan, almarhum Kiai Taufik Hasyim sudah lama diminta mundur dari jabatannya oleh Mustasyar PCNU Pamekasan yang juga Wakil Rois PBNU, KH. Muddatssir Badruddin, setelah Kia Taufik terpilih sebagai salah satu Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Sebagai penggantinya, Kiai Taufik dan Kiai Muddtassir sudah mempersiapkan Wakil Ketua PCNU Pamekasan KH. Muhlis Nasir. Hal ini diperintahkan oleh Kiai Muddatssir kepada Kiai Misbahol Munir, agar disampaikan kepada Rais Syuriah, KH. Nawawi Abdul Mu’in.

“Pesan Mustasyar kepada saya melalui Whatsapp ditulis huruf Arab. Saya juga sudah konfirmasi soal pesan tersebut dan beliau membenarkan pesan tersebut,” kata Kiai Misbah.

Setelah pesan terkonfirmasi, maka Kiai Misbah, meneruskan pesan dan perintah tersebut kepada Kiai Nawawi Badul Mu’in. Kiai Nawawi sepakat dengan apa yang sudah diperintahkan Kiai Muddatssir.

“Kalau perintahnya beliau sudah begitu, saya juga setuju,” ujar Kiai Misbah, menirukan ucapan Kiai Nawawi.

Selang beberapa waktu kemudian, Katib Syuriah, KH. Ihya’uddin Yasin dan Sekretaris PCNU, Ahmad Dahlan dan Kiai Muhlis Nasir, menghadap Kiai Nawawi. Kiai Nawawi mempertegas apa yang sudah disampaikan kepada Kiai Misbah.

Sehari menjelang rapat pleno, Kiai Misbah bertemu kembali dengan Kiai Nawawi, sekaligus menyampaikan agenda rapat tersebut dan menanyakan kepastian kehadiran Kiai Nawawi. Namun Kiai Nawawi titip pesan, bahwa apa yang disampaikan Kiai Muddatssir juga sama merupakan pesan dirinya.

“Makanya, malam ini saya sampaikan amanat dari Mustasyar dan Rais. Bahwa penggantinya almarhum Kiai Taufik Hasyim adalah Kiai Muhlis Nasir,” ungkap Kiai Misbah.

Setelah usai menyampaikan amat tersebut, Kiai Misbah yang pernah menempuh S2 di Mesir ini, pamit meninggalkan rapat karena alasan kesehatan.

Rapat pleno langsung dipimpin Kiai Ihya’ dan Ahmad Dahlan. Dalam rapat, tidak ada yang membantah apa yang sudah disampaikan Kiai Misbah di awal.

“Karena sudah petunjuk dari Mustasyar dan Rais, maka tak perlu dipersoalkan lagi bahwa PAW Ketua PCNU Pamekasan adalah Kiai Muhlis,” ujar KH. Fadli Ghazali, salah satu Mustasyar.

Pimpinan rapat pleno, langsung ketok palu mengesahkan Kiai Muhlis sebagai PAW.

Kiai Muhlis dalam sambutannya, mengatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah sebagai PAW. Pihaknya mengajak para pengurus untuk melanjutkan program yang sudah dirintis oleh almarhum Kiai Taufik yang dirumuskan dalam hasil musyawarah kerja.

“Mari kita manfaatkan sisa waktu kepengurusan yang ada ini, untuk menuntaskan program dan kegiatan, mulai dari lembaga dan badan otonom,” kata Kiai Muhlis.

Di akhir sambutannya, Kiai Muhlis menyatakan pengunduran dirinya sebagai Ketua MWCNU Palengaan sebagai komitmen bahwa dirinya tidak akan merangkap jabatan di PCNU Pamekasan.

Exit mobile version