• Terkini
  • Trending
  • Semua

3 Tim Peneliti UIN Madura Lolos Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026

7 jam lalu

Perubahan APBD Pamekasan 2026 Fokus Jalan, Jembatan, dan Layanan Kesehatan

5 jam lalu

Santri PP SABAR Pamekasan Bakal Studi ke China Dalami Kemajuan Teknologi

8 jam lalu

Serapan Garam Pamekasan Baru 54 Persen, Stok 9.310 Ton Masih Tersimpan

1 hari lalu

MTQ XXXII Pamekasan Resmi Dibuka, Bupati: Al-Qur’an Harus Hadir dalam Kehidupan

1 hari lalu

Sepak Bola Bupati Cup Pamekasan Siap Digelar 30 September

2 hari lalu

P-APBD Pamekasan 2026: Pendapatan Naik Rp 63,8 Miliar, Defisit Tinggal 48 Persen

2 hari lalu

Haji Her Serap Garam Petani Madura

2 hari lalu

MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning Reformulasi Kurikulum

3 hari lalu

Petani Garam Pamekasan Tahan Stok, Harga Diprediksi Naik Menjelang Akhir Musim

4 hari lalu

Bupati Pamekasan Minta 103 Pejabat Baru Tak Sekadar Ganti Posisi, tetapi Ubah Cara Kerja

4 hari lalu

Mutasi Gelombang III Bupati Pamekasan Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

5 hari lalu

Daging Beras dan Cabai Jadi Penyumbang Utama Perubahan Harga di Kabupaten Pamekasan

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, September 23, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

3 Tim Peneliti UIN Madura Lolos Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026

Tiga tim peneliti UIN Madura menjadi bagian dari 131 tim yang lolos setelah melewati seleksi berjenjang dari 519 pengusul.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
23 September 2026
in Pendidikan
10 0
0

Penandatanganan kerja sama Puspenma dan LPPM UIN Madura dalam program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Tiga proposal penelitian Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, berhasil lolos dalam Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA-The AIR Funds) 2026, yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Agama (Kemenag), dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura, Erie Hariyanto, mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi momentum bagi kampus untuk memperluas akses pendanaan riset, di luar sumber pembiayaan internal perguruan tinggi.

“Momentum ini menjadi titik balik penting agar pendanaan riset dosen dan peneliti tidak lagi hanya bergantung pada dana BOPTN, PNBP, atau BLU,” kata Erie, Rabu (23/9/2026).

Erie, yang menghadiri lansung penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit, bersama Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kemenag RI itu, menuturkan, pencapaian ini memberikan pilihan pendanaan, yang lebih beragam bagi peneliti perguruan tinggi keagamaan, dengan hibah berkisar Rp 200 juta hingga Rp 2 miliar per judul penelitian.

Ia menjelaskan, tiga tim dari UIN Madura yang lolos itu, sebelumnya harus bersaing dalam proses seleksi yang berlangsung bertahap. Dari 519 tim yang mendaftar, sebanyak 467 tim lolos penilaian internal LPPM, kemudian 376 tim memenuhi penilaian administrasi, 301 tim lolos penilaian substansi, hingga akhirnya 131 tim ditetapkan sebagai penerima pendanaan setelah tahap wawancara.

“Sebanyak 131 tim tersebar di 48 perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia, yang diantaranya dari UIN Madura. Untuk pendanaan, total mencapai Rp71,85 miliar,” jelasnya

Guru besar di UIN Madura tersebut memberitahukan, pendanaan mencakup sejumlah bidang, mulai pendidikan dan bahasa, sosial humaniora, sains dan teknologi, ekonomi kreatif, kesehatan dan farmasi, pelayanan keagamaan, hingga studi agama.

Erie menyebut, keberhasilan memperoleh pendanaan harus diikuti dengan pelaksanaan riset yang transparan dan akuntabel. Makanya, lanjut dia, pelaksanaan penelitian akan berlangsung selama 12 bulan, dengan proses pengajuan dana, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan yang dikelola melalui sistem eRISPRO.

“Melalui skema baru ini, kita berharap hadir riset-riset berdampak bagi kemajuan bangsa, dan selaras dengan tema prioritas Kementerian Agama,” ujarnya.

Rektor UIN Madura Syaiful Hadi mengapresiasi keberhasilan tiga tim peneliti tersebut. Menurut dia, capaian itu menjadi pijakan untuk memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.

“Capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem dan budaya riset di UIN Madura. Semoga meningkat di tahun mendatang dengan pelatihan dan pendampingan dari LPPM,” pungkas Syaiful.

Tags: Guru besar UIN MaduraKEMENAG RILPDPMoRA-The AIR FundsPenelitian dan researchUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version