PAMEKASAN, MADURANET – Tim Perencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Dusun Angsanah, Desa Campor, Kabupaten Pamekasan, Selasa (7/7/2026).
Tim tersebut didampingi Kepala Dinas Sosial Pamekasan Herman Hidayat Santoso, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Supriyanto, Korkab PKH Lukman Hakim, serta jajaran pemerintah desa.
Kepala Dinas Sosial Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengatakan, survei tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan yang dilakukan Kementerian PUPR sebelum menentukan lokasi pembangunan.
“Kami bersama tim dari kementerian datang untuk melakukan survei calon lokasi Sekolah Rakyat. Dari sisi luas lahan sudah memenuhi syarat, yakni sekitar 10 hektare. Kemiringan lahannya juga masih sesuai, sekitar lima derajat,” kata Herman.
Menurut dia, proses pencarian lahan telah dilakukan selama lebih dari empat bulan dengan menyisir sejumlah wilayah di Pamekasan hingga akhirnya menemukan lokasi yang dinilai paling sesuai.
Selain aspek teknis, Herman menyebut dukungan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penilaian.
“Yang terpenting masyarakat menyambut baik rencana pembangunan ini. Akses jalannya juga cukup terjangkau. Bahkan, tim dari kementerian tadi menyampaikan bahwa komitmen pemerintah daerah hingga pemerintah desa untuk mendukung kebutuhan pembangunan menjadi nilai tambah,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik lahan sekaligus warga setempat, Roby Prasetya, mengatakan masyarakat menyambut positif rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Menurut dia, lahan yang disurvei selama ini hanya dimanfaatkan untuk tanaman musiman seperti tembakau, kacang tanah, dan ketela.
“Di sini memang yang bisa ditanam hanya tembakau saat musimnya, kemudian kacang tanah atau ketela,” katanya.
Roby mengaku telah berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar terkait rencana pembangunan tersebut. Mayoritas warga, kata dia, mendukung karena berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.
“Masyarakat berharap kalau Sekolah Rakyat dibangun di sini, ekonomi warga juga ikut tumbuh. Karena itu kami sangat berharap lokasi ini bisa lolos dalam penilaian kementerian,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat siap membantu apabila diperlukan penataan lahan yang memiliki kontur kurang rata.
“Kalau memang nanti ditetapkan, kami siap membantu meratakan lahan. Bahkan kalau diperlukan pembangunan jembatan menuju lokasi, kami juga siap mendukung,” pungkas Roby.
