PAMEKASAN, MADURANET – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, menggelar acara silaturahim dengan tema “etika kepada guru”, Ahad (27/7/2025).
Acara yang dipusatkan di halaman utama pesantren tersebut dihadiri ratusan wali santri dari berbagai wilayah di Madura, Bali, Surabaya hingga Kediri.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil bersama, dilanjutkan sambutan Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis.
Dalam arahannya, Muhlis menegaskan pentingnya menjaga adab dalam menuntut ilmu.
“Mencari ilmu dengan belajar, berkah ilmu dengan mengabdi, dan manfaatnya ilmu melalui taat. Keberhasilan pendidikan, tidak hanya dari aspek kognitif, tapi moral dan spiritual,” terangnya.
Konsep pendidikan di IBS PKMKK berdasar pada 7 pilar utama. Meliputi one day one ayat, one hadith one presentation, one week three languages, one person one laptop, one activity one paragraph, one week three fasilitas dan one week three theme.
“Berdasarkan 7 pilar itu, santri harus punya target. Ketika target tidak terpenuhi, akan ada pelanggaran. Setiap pelanggaran ada sanksi, dan setiap sanksi akan memunculkan resistensi. Hal itu menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam membentuk karakter santri yang berintegritas,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Tajwid & Tahfidz Al-Qur’an, Mohammad Holis, menjelaskan, sinergitas IBS dengan wali santri merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Tujuh pilar IBS PKMKK tidak mungkin tercapai tanpa dukungan penuh dari para orang tua.
Pria yang juga Kepala MAN Pamekasan ini melanjutkan, kepercayaan masyarakat terhadap IBS PKMKK juga tercermin dari angka inden santri baru tahun ajaran 2026 yang telah mencapai 46 calon santri. Ini menunjukkan animo tinggi masyarakat terhadap lembaga yang mengedepankan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan etika.
“Dengan mengangkat kembali pentingnya etika dan penghormatan kepada guru, IBS PKMKK menegaskan komitmennya membentuk generasi berilmu dan berakhlak mulia yang siap menjawab tantangan zaman,“ tegas Mohammad Holis.
Acara ini juga diisi dialog dengan wali santri. Di dalamnya, diputuskan untuk membentuk paguyuban wali santri untuk jenjang kelas VII dan kelas X. Bagi wali santri yang tidak bisa mengikuti langsung, bisa mengikuti melalui livestreaming youtube IBS PKMKK.
