PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan angkat bicara soal kondisi SDN Jungcangcang 3 yang hanya mendapatkan satu siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Kepala Disdikbud , Mohamad Alwi, menyebut akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap minimnya peminat sekolah tersebut.
Menurut Alwi, penggabungan atau merger dengan sekolah terdekat seperti SDN Jungcangcang 1 memang menjadi opsi, namun hal itu tidak bisa diputuskan secara serta-merta. Ia menegaskan perlu adanya kajian dan analisis lebih dalam sebelum mengambil langkah penggabungan.
“Kalau penggabungan, harus dilakukan kajian. Peminat yang minim akan kita evaluasi setelah rangkaian SPMB dan MPLS selesai,” jelas Alwi kepada MaduraNet, Senin (15/7/2025).
Lebih lanjut, ia menyebut jarak antar sekolah juga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sebaran siswa di sejumlah SD negeri di wilayah kota. Dalam kasus Jungcangcang, kedekatan lokasi antar SD membuat persaingan penerimaan siswa semakin ketat.
“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah murid di setiap sekolah. Salah satunya memang jarak antar sekolah,” jelasnya.
Sebagai solusi, Dinas Pendidikan akan menyusun langkah tindak lanjut setelah proses awal tahun ajaran seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dilaksanakan.
“Solusi yang kami ambil adalah melakukan evaluasi dan tindak lanjut secara komprehensif terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini,” ujar Alwi.
Data ini menunjukkan bahwa persoalan minimnya siswa di SDN Jungcangcang 3 bukan hanya soal lokasi, namun juga menyangkut persepsi masyarakat terhadap mutu layanan pendidikan. Evaluasi menyeluruh yang direncanakan Disdik diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk merumuskan kebijakan yang tepat, baik itu perbaikan manajemen sekolah maupun penggabungan sekolah untuk efisiensi layanan.













