PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman dan pengusaha tembakau Khairul Umam atau Haji Her, meminta semua pihak menahan diri menyikapi perusakan gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Keduanya mengimbau masyarakat tidak memperkeruh situasi, dengan pernyataan yang berpotensi memicu polemik.
“Semua pihak tiarap dulu. Jangan ada letupan-letupan pernyataan dan lain-lain. Lebih baik tiarap dulu, serahkan kepada yang berwenang,” kata Kholilurrahman, Kamis (15/10/2026).
Kholilurrahman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak mendukung aksi perusakan tersebut. Menurut dia, penanganan perkara pidana merupakan kewenangan kepolisian, dan harus berjalan sesuai ketentuan hukum.
“Penegakan hukumnya itu wilayah kepolisian, pasti tetap jalan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan, pemerintah daerah tidak dapat mengintervensi penerapan hukum. Karena itu, Kholilurrahman meminta semua pihak memberi ruang kepada aparat untuk menangani perkara tersebut.
Sikap serupa disampaikan Haji Her. Pemilik Bawang Mas Group itu menilai, tindakan perusakan gerai Indomaret tidak dapat dibenarkan, meskipun berawal dari keresahan sebagian masyarakat terhadap keberadaan ritel modern tersebut.
“Pengrusakan yang dilakukan oleh sebagian matersebut, terhadap gerai Indomaret itu tidak dapat dibenarkan,” kata Haji Her.
Ia meminta masyarakat, tidak menjadikan kekecewaan sebagai alasan untuk bertindak di luar hukum. Haji Her mengajak warga kembali mengikuti arahan para kiai, dan menempuh jalur yang baik dalam menyampaikan keberatan.
“Saya mengimbau masyarakat agar kembali mengikuti arahan para kiai, dengan cara dan proses yang baik, bukan malah melakukan perusakan,” ujarnya.
Haji Her juga membuka diri, untuk terlibat dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut. Ia berharap, peristiwa itu menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat maupun pihak pengelola Indomaret agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya meminta semua pihak menahan diri dan saling memaafkan. Saya siap terlibat untuk membantu menyelesaikan masalah ini demi kebaikan bersama,” kata dia.
Sebelumnya, gerai Indomaret di Desa Panaan dirusak oleh ratusan orang yang mengaku mewakili tokoh masyarakat dan alumni pondok pesantren di Palengaan pada Rabu (7/10/2026). Aksi tersebut terjadi di tengah penolakan ratusan masyarakat terhadap keberadaan gerai ritel modern itu.













