PAMEKASAN, MADURANET – Polres Pamekasan menegaskan bahwa proses rekrutmen terpadu Polri tidak dipungut biaya alias gratis, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya pada praktik percaloan.
Penegasan itu disampaikan Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan Pratama di hari terakhir pendaftaran, Senin (30/3/2026).
“Masuk Polri itu gratis, tidak dipungut biaya. Jangan percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan,” ujar Yoni.
Hingga hari terakhir, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 199 orang, terdiri dari 181 pria dan 18 wanita. Dari jumlah tersebut, 132 peserta telah lolos verifikasi.
Namun, angka itu masih bersifat sementara karena proses pendaftaran dan verifikasi masih berjalan sampai hari ini.
Dari jumlah pendaftar tersebut, terang Evan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pendaftar 2026 masih berada di bawah capaian 2025.
Ia memaparkan, pada 2025 Polres Pamekasan mencatat 314 peserta terverifikasi, dengan rincian 287 peserta jalur Bintara, 16 Tamtama, dan 11 Akpol.
“Sementara pada 2026, hingga saat ini baru 132 peserta terverifikasi, terdiri dari 119 Bintara, 5 Tamtama, dan 3 Akpol,” lanjut dia.
Penurunan paling terlihat pada jalur Bintara yang sebelumnya mencapai 287 peserta, kini baru 119 peserta terverifikasi.
Meski terjadi penurunan, papar Kasi Humas, jalur Bintara masih menjadi pilihan utama pendaftar dengan total animo 184 orang, didominasi Bintara PTU sebanyak 169 pendaftar.
Sementara itu di 2026 ini, lanjut evan, jalur Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) diikuti 7 orang dan Tamtama Brimob sebanyak 8 orang.
“Kami mengimbau calon peserta segera menyelesaikan verifikasi berkas. Jangan menunda di menit terakhir,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan dengan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, guna menjamin rekrutmen berjalan objektif dan profesional.













