PAMEKASAN, MADURANET – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai berjalan. Dari lima desa penerima bantuan, dua lokasi telah memasuki tahap pembangunan dengan progres sekitar 30-35 persen.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Abdul Fata mengatakan, dua lokasi yang telah dibangun berada di Desa Padelegan dan Desa Branta Tinggi, Kecamatan Pademawu.
“Untuk dua titik, yaitu Padelegan dan Branta Tinggi, sudah dibangun dengan progres masing-masing sekitar 30 sampai 35 persen,” kata Fata, Kamis (14/8/2026).
Selain dua desa yang telah memasuki tahap pembangunan, Fata mengatakan pembangunan KNMP di Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar, juga mulai memasuki tahapan persiapan.
Menurut dia, pada pekan lalu telah dilakukan pengambilan MC 0 atau pengukuran awal pekerjaan. Selanjutnya, dilakukan rapat pre-construction meeting (PCM) yang melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KKP, perusahaan pelaksana, Dinas Perikanan Pamekasan, dan pemerintah desa.
“Lesong Daya minggu kemarin telah diambil MC 0 dan sudah melakukan rapat PCM bersama PPK KKP RI, pihak pelaksana, Dinas Perikanan, dan pihak desa,” ujarnya.
Sementara itu, dua desa lainnya, yakni Sotabar dan Pagagan, masih dalam proses pematangan lokasi oleh tim dari KKP RI.
Fata menjelaskan, posisi Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam program tersebut sebagai daerah penerima bantuan atau pemilik wilayah. Meski demikian, pembangunan KNMP tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi nelayan di lima desa penerima.
“Porsi Pamekasan sebagai penerima bantuan atau shohibul wilayah. Tapi alhamdulillah, nelayan Pamekasan nanti yang menikmati bantuan itu,” kata Fata.
Di salah satu lokasi, pembangunan KNMP di Desa Branta Tinggi, pengerjaan saat ini sudah merampungkan pembangunan fondasi bangunan.
Dalam papan informasi proyek, pembangunan tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dengan nilai kontrak Rp 2.2 M, waktu pelaksanaan 135 hari kalender.
Proyek tersebut dikerjakan CV Rizky Ilahi asal Sumenep, dengan kontrak tertanggal 19 Juni 2026. Adapun pekerjaan ditargetkan selesai sesuai masa pelaksanaan yang telah ditetapkan.
