PAMEKASAN, MADURANET – Perum Bulog Kantor Cabang Madura melampaui target penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) pada 2026. Hingga pertengahan Juli, realisasi penyerapan mencapai 5.100 ton atau sekitar 130 persen dari target 4.000 ton yang ditetapkan tahun ini.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Madura Ahmad Rofi’i mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penyerapan gabah petani di empat kabupaten di Pulau Madura.
“Untuk serap gabah, alhamdulillah Cabang Madura sudah merealisasikan sebesar 130 persen dari yang ditargetkan,” kata Ahmad Rofi’i, Rabu (15/7/2026).
Meski target telah terlampaui, Bulog memastikan penyerapan gabah tetap dilakukan hingga akhir tahun sesuai arahan Kementerian Pertanian.
“Kita tetap akan menyerap gabah sampai akhir tahun sesuai arahan dari Kementerian Pertanian untuk menjaga harga tidak di bawah Rp 6.500 per kilogram,” ujarnya.
Rofi’i menjelaskan, keberhasilan melampaui target tidak lepas dari sinergi antara Bulog dengan pemerintah daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, TNI, Polri, hingga penyuluh pertanian.
Menurut dia, kolaborasi tersebut melibatkan Babinsa dari Kodim, Bhabinkamtibmas dari Polres, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kementerian Pertanian, serta Brigade Pangan yang dibentuk Kementerian Pertanian.
“Kolaborasi yang baik dengan pemda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kodim melalui Babinsa, Polres melalui Bhabinkamtibmas, PPL Kementerian Pertanian, serta Brigade Pangan yang dibentuk Kementerian Pertanian membuat Cabang Madura bisa merealisasikan target dengan baik,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, penyerapan gabah dilakukan secara proaktif dengan mendatangi langsung sentra-sentra produksi di desa binaan. Petugas Bulog bersama penyuluh pertanian dan Babinsa turun ke lapangan untuk memastikan gabah hasil panen petani dapat terserap.
“Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok beras pemerintah sekaligus mempertahankan stabilitas harga gabah di tingkat petani di wilayah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep,” tegas dia.
Rofi’i berharap penyerapan yang berlanjut hingga akhir tahun dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga harga gabah tetap stabil selama musim panen.
