PAMEKASAN, MADURANET – Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, disebut telah menyerap ribuan tenaga kerja dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif mengatakan, hingga Rabu (4/3/2026), terdapat 122 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar.
“Jumlah total SPPG ada 122, dan 105 di antaranya sudah beroperasi,” ujar Hariyanto.
Ia menjelaskan, setiap SPPG mempekerjakan 47 orang pekerja. Dengan jumlah tersebut, total tenaga kerja yang terserap melalui program MBG mencapai 5.734 orang.
“Per SPPG ada 47 pekerja. Total ada 5.734 pekerja yang berhasil dipekerjakan oleh program MBG,” katanya.
Menurut dia, dampak program tidak hanya dirasakan para pekerja langsung, tetapi juga masyarakat yang memperoleh peluang usaha di sektor pendukung, seperti penyedia bahan pangan, pertanian, hingga distribusi logistik.
Secara ekonomi, jelas Harianto, program MBG menimbulkan efek berganda (multiplier effect) di tingkat lokal. Penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar meningkatkan pendapatan rumah tangga, yang selanjutnya mendorong konsumsi masyarakat.
”Dalam teori ekonomi pembangunan, peningkatan pendapatan kelompok pekerja baru akan memperluas daya beli, memicu perputaran uang di tingkat desa dan kecamatan, serta memperkuat ekonomi berbasis komunitas,“ Papar Korwil BGN.
Dengan 5.734 pekerja yang menerima penghasilan rutin, tambahnya, terjadi injeksi pendapatan ke masyarakat bawah dan menengah.
”Uang yang diterima pekerja cenderung dibelanjakan kembali untuk kebutuhan pokok, pendidikan, hingga investasi kecil seperti pembelian kendaraan atau peralatan rumah tangga,“ ujar Harianto.
Ia melanjutkan, keterlibatan sektor pertanian dan pemasok bahan baku menciptakan rantai nilai (value chain) yang lebih panjang. Petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal mendapat pasar yang relatif stabil dari operasional SPPG.
Salah satu pekerja, Rizqi Dwi Nur Firdiansyah dari SPPG Sewindu Barurambat Kota, mengaku bersyukur bisa bergabung dalam program tersebut.
“Bersyukur karena bisa mandiri. Saya bisa membeli kulkas dan sepeda motor, juga memberi ke orang tua. Keluarga senang dan bangga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mohammad Zainuddin, pekerja di SPPG Az-Zubair. Ia mengatakan pekerjaan tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya.
“Membantu perekonomian, membantu keluarga dan orang tua,” ungkap Zainuddin.
