PAMEKASAN, MADURANET – Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Biosolar untuk nelayan di Kabupaten Pamekasan terpenuhi dan sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, Pertamina Patra Niaga terus menjalankan komitmennya dalam penyediaan BBM subsidi sesuai kuota dan titik layanan jual yang telah ditetapkan pemerintah.
Kamis lalu (5/2/2026), nelayan di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan kesulitan mendapatkan Biosolar untuk kegiatan melaut sepekan terakhir. Kejadian ini disinyalir penyaluran Biosolar kepada nelayan tidak diberikan 100 persen sesuai peruntukan.
Ahad menjelaskan, sejauh ini tidak ada pemberlakukan pembatasan pembelian ataupun kuota.
“Informasi di lapangan, saat ini nelayan sedang mengurangi aktivitas karena angin kencang. Untuk ketersediaan BBM sendiri, di Pamekasan terdapat 16 lembaga penyalur. Adapun realisasi sampai dengan 4 Februari sebesar 3.489 KL atau 102% dari kuota berjalan 2026. Sudah melebih kuota yang ada,” jelas Ahad melalui rilis tertulis yang disampaikan ke Maduranet, Jumat (6/2/2026).
Ahad menambahkan, upaya untuk pemenuhan kebutuhan nelayan, Pertamina Patra Niaga melalui supply point Terminal BBM Camplong, telah mengirimkan tambahan stok 8 KL Biosolar.
“Tambahan ini diharapkan dapat membantu proses normalisasi penyaluran agar nelayan Pamekasan dapat melaut dengan aman dan tenang. Paralel, Pertamina tentunya melaksanakan monitoring penyaluran BBM untuk nelayan guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sesuai ketentuan,” tutup Ahad.
