Harga Garam Naik 400 Ribu Tapi Petani Rugi

Pedagang mengeluh, petani bersyukur

PAMEKASAN, MADURANET – Harga garam di Pamekasan mengalami kenaikan signifikan beberapa hari terakhir. Sejak 20 Agustus 2025, harga garam yang semula berada di kisaran Rp1.000.000 per ton, kini naik hingga Rp1.400.000–Rp1.600.000 per ton di tingkat pabrik.

Kenaikan ini diakui oleh Aftoni Ilman Fahmi (25), pengusaha asal Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan. Menurutnya, perubahan cuaca menjadi penyebab utama naiknya harga garam karena produksi petani menurun.

“Yang mulanya harga petani Rp1 juta, sekarang naik Rp400 ribu. Tapi kami pedagang justru rugi, karena kontrak awal dengan pabrik sudah deal Rp1,2 juta. Sekarang pabrik beli Rp1,6 juta,” ujarnya Aftoni, Rabu (27/8/2025).

Di sisi lain, petani garam justru menyambut baik kenaikan harga ini. Mohammad Dikrih (50), petani asal desa yang sama, mengaku sempat merugi karena sebagian garamnya terguyur hujan saat hampir panen.

“Saya senang ada kenaikan. Tapi kemarin sempat rugi karena garam hampir panen terkena hujan,” katanya. Ia berharap cuaca bisa kembali stabil agar produksi garam lancar dan harga tetap tinggi.

Hujan yang mengguyur empat kabupaten di Madura menyebabkan proses pengeringan garam terhambat. Akibatnya, pasokan berkurang dan harga di pasar naik. Jika cuaca buruk berlanjut, harga garam diprediksi tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Exit mobile version