PAMEKASAN, MADURANET – Ambulans Suzuki APV milik Cahaya Umat Pamekasan terkendala mengisi bahan bakar minyak (BBM) saat mengantar pasien pulang dari RSUD Haji Surabaya, Selasa (27/10/2026).
QR code atau barcode kendaraan itu tercatat, telah digunakan untuk transaksi 50 liter BBM, sehingga pengisian Pertalite tidak dapat dilakukan.
Pengemudi ambulans, Nurhadi Mulyono, mengatakan kendala tersebut terjadi saat dirinya tiba di SPBU Jrengik, Sampang, sekitar pukul 17.00 WIB. Ketika hendak mengisi BBM, sistem menunjukkan barcode ambulans sudah digunakan dalam transaksi sebelumnya di wilayah Pamekasan.
“Di jam 16.48 WIB, posisi ambulans ini lagi bawa pasien. Saat mau mengisi bensin, barcode ambulans saya dipakai orang lain,” kata Nurhadi dalam keterangannya.
Berdasarkan informasi yang muncul pada sistem, transaksi sebelumnya tercatat sekitar pukul 16.48 WIB, di SPBU berkode 5469311 yang diduga berada di kawasan Larangan Badung, Pamekasan.
”Volume pengisian mencapai 50 liter atau senilai sekitar Rp 500.000,” ujarnya.
Nurhadi mengaku tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan karena harus menunggu sekitar satu jam, agar bisa mengisi BBM kembali. Ia akhirnya memutuskan beristirahat di Masjid Bilfaqih Zain Beranta, Pamekasan, sambil menunggu waktu pengisian.
“Jadi saya putuskan istirahat di masjid untuk menunggu durasi satu jam biar bisa mengisi bensin lagi,” kata dia.
Nurhadi menduga, barcode ambulans tersebut digunakan pihak lain tanpa sepengetahuannya. Ia menyampaikan kejadian itu, sebagai bukti adanya kendala penggunaan QR code BBM bersubsidi, pada kendaraan yang sedang menjalankan tugas pelayanan pasien.
