PAMEKASAN, MADURANET – Mayat laki-laki yang ditemukan di kawasan perbukitan Togrebe, Dusun Secang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Selasa (27/10/2026), diketahui bernama Muda’i (75), warga Dusun Gunung I, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Lansia tersebut sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah tanpa pamit selama 16 hari.
Kasi Humas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan Pratama menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, Muda’i terakhir meninggalkan rumah pada tanggal (11/10/2026). Ia disebut beberapa kali pergi tanpa pamit.
”Polisi kemudian mencocokkan informasi orang hilang itu, dengan ciri-ciri jenazah yang ditemukan di perbukitan Plakpak,” ungkapnya.
Polisi selanjutnya menindaklanjuti penemuan jenazah dan melakukan proses identifikasi. Berdasarkan keterangan kepolisian, Muda’i memiliki ciri fisik tinggi sekitar 150 sentimeter, berkulit sawo matang cenderung gelap, serta mengalami kesulitan berkomunikasi.
”Almarhum mengalami sulit berkomunikasi, menurut keluarga berkaitan dengan faktor usia. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan baju batik, sarung, dan peci hitam,” ungkapnya.
Evan melanjutkan, setelah kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Larangan Badung, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
”Anak kandung Muda’i menerima kejadian itu sebagai takdir Allah SWT, dan menyatakan tidak mengajukan tuntutan hukum terkait kematian ayahnya,” terang Kasi Humas.
Meski identitas korban telah diketahui, polres Pamekasan belum bisa mengidentifikasi penyebab kematian Muda’i, berdasarkan keterangan kepolisian yang disampaikan.
Polres Pamekasan hanya mengimbau masyarakat, meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama mereka yang memiliki kebiasaan meninggalkan rumah tanpa pamit, untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Sebelum identitasnya diketahui, jenazah ditemukan Nami (65), pemilik tegalan di lokasi kejadian. Sekitar pukul 09.00 WIB, Nenek itu datang untuk mencabut tanaman tembakau sebagai persiapan menanam jagung. Ia melihat benda menyerupai orang-orangan, bersandar di pematang sawah yang jauh dari permukiman.
“Setelah saya hampiri untuk memastikan itu apa, saya kaget, ternyata mayat. Saya lihat seperti orang-orangan warna hitam,” kata Nami kepada Maduranet.com.
Ia menjelaskan, saat ditemukan jenazah sudah mengering, dan bagian matanya tidak ada. Nami melihat korban mengenakan baju batik, sarung bermotif kotak-kotak, serta celana pendek. Ia kemudian mencari warga lain untuk memastikan temuannya sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga mengaku sempat mencium bau menyengat sekitar setengah bulan sebelumnya. Namun, mereka mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan di sungai.
“Memang sempat ada bau busuk menyengat. Tapi kami curiga itu bangkai hewan,” singkat seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
