PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyiapkan langkah lanjutan, untuk mengatasi pendangkalan muara sungai di pesisir Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu. Persoalan tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan pengerukan, karena sedimentasi berpotensi kembali terjadi.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman, saat turun langsung meninjau lokasi pengerukan, Senin (5/10/2026), mengatakan, penanganan permanen perlu dirancang melalui kajian dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, kawasan muara tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Ini wilayah kerja provinsi, bukan wilayah kerja kita. Sehingga saya sarankan tadi Pak Sekda bersama dinas terkait membentuk tim, kemudian mengadakan kajian awal seperti apa, sambil dikomunikasikan dengan provinsi,” kata Kholilurrahman.
Menurut dia, kajian tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat, sekaligus menjadi dasar pemerintah daerah ketika mengusulkan anggaran kepada Pemprov Jatim.
Mantan anggota DPR RI tersebut juga membuka peluang, agar penanganan muara Jumiang dimasukkan dalam pembahasan anggaran Pemprov Jatim untuk 2027. Dengan begitu, persoalan yang selama ini menghambat aktivitas nelayan dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
“Barangkali, pada PAK 2027 bisa dimasukkan. APBD yang sekarang sudah mulai, jadi nanti di awal tahun,” ujarnya.
Langkah tersebut, lanjut dia, merupakan langkah awal yang dilakukan, setelah kondisi muara Jumiang dikeluhkan nelayan, karena sedimentasi membuat jalur keluar-masuk perahu semakin dangkal.
”Saat air surut, perahu nelayan kesulitan melintas sehingga aktivitas melaut ikut terganggu. Kami akan upayakan solusi jangka panjang,” ucap dia.
Kepala Desa Tanjung Mohammad Zabur mengatakan, terdapat sekitar 90 perahu yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut. Panjang muara yang membutuhkan pengerukan mencapai sekitar satu kilometer.
“Yang paling utama, ketika ada perahu di luar, kebetulan ada ombak dan angin, bisa-bisa perahu itu tenggelam,” kata Zabur.
Kemudian, tambah Zabur, masyarakat berinisiatif mengajukan bantuan alat berat kepada pemerintah daerah, untuk melakukan pengerukan sedimentasi.
”Upaya tersebut diharapkan dapat membuka kembali jalur muara sehingga perahu nelayan lebih mudah keluar dan masuk,”ungkapnya.
Namun, Zabur menilai pengerukan belum menjadi solusi jangka panjang. Ia mengusulkan pembangunan penahan di sisi kanan dan kiri muara, agar sedimentasi tidak kembali menumpuk.
“Dari pihak masyarakat berinisiatif mengajukan ke dinas terkait untuk bantuan alat berat pengerukan,” ujarnya.
Zabur mengapresiasi respons Pemkab Pamekasan, yang telah meninjau langsung kondisi muara. Ia berharap komunikasi pemerintah daerah dengan Pemprov Jatim dapat menghasilkan penanganan yang lebih permanen.
“Mudah-mudahan apa yang direncanakan oleh Bapak Bupati bisa terlaksana untuk memaksimalkan para nelayan bekerja,” pungkasnya.













