PAMEKASAN, MADURANET – Jumat malam (11/9/2026), sekitar pukul 20.00 WIB, menjadi pertemuan terakhir keluarga, dengan Nurul Rian Hidayat (33) ABK KM Virgo Transport 8 asal Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan.
Hari itu, Rian sebenarnya hanya mendapat waktu pulang yang singkat. Ia semestinya kembali bekerja lebih awal, tetapi meminta tambahan waktu dua hari untuk berada di rumah. Setelah menghabiskan waktu bersama keluarga, Rian berangkat kembali menuju Surabaya pada malam hari.
Tak ada firasat buruk ketika Rian meninggalkan rumah. Bagi keluarga, keberangkatannya sama seperti hari-hari biasanya ketika ia kembali menjalani pekerjaan di pelayaran, yang telah digelutinya sejak sebelum menikah.
“Jumat masih di sini. Malam Sabtunya berangkat kerja,” kata Nurhidayati, ipar Rian yang akrab disapa Yati, Kamis (17/9/2026).
Sebelum berangkat, Rian juga sempat berbicara dengan istrinya, Azimatul Munirah. Bukan pesan panjang, melainkan kalimat sederhana tentang keluarga dan kebutuhan anak-anaknya.
“Dalam satu bulan nggak usah banyak pikiran. Semua kebutuhan anaknya sudah dipenuhi selama satu bulan. Pokoknya nggak usah banyak pikiran,” ujar Yati, menirukan pesan Rian kepada istrinya.
Setelah tiba di Surabaya, Rian kemudian melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Pada malam harinya, ia masih sempat menghubungi istri dan anaknya. Komunikasi itu berlangsung sebelum akhirnya terputus sekitar pukul 01.00 WIB.
“Terus malamnya sempat kontak sama istri dan anaknya. Terus hilang kontak sekitar jam 1,” kata Yati.
Beberapa jam setelah komunikasi terakhir itu, keluarga belum mengetahui apa yang terjadi. Mereka baru mendapat kabar mengenai kecelakaan kapal pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kabar tersebut diterima keluarga melalui adik Rian. Teman Rian yang belum berangkat menjalankan tugas pelayaran di sana lebih dulu mengetahui kejadian tersebut dan menyampaikan informasi kepada keluarga.
Sebelum kejadian, Rian tidak pernah menyampaikan adanya masalah saat masih di kamar kapal. Tidak ada keluhan mengenai pekerjaannya, ataupun tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi.
“Nggak ada, nggak ada yang aneh,” ujar Yati.
Di mata keluarga, Rian juga dikenal sebagai lelaki pendiam dan penyabar. Ia telah lama bekerja di dunia pelayaran dan pekerjaan itu menjadi bagian dari kehidupannya bahkan sebelum menikah.
“Rian itu orangnya sabar, terus memang anaknya pendiam. Pokoknya orangnya sabar,” tutur Yati.
Kini, Rian belayar untuk selamanya, meninggalkan Azimatul Munirah, yang tengah mengandung enam bulan, dan anaknya, Arin, bocah umur 17 bulan, setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan, di Banjarmasin, perairan Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan data Basarnas, kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri dari 213 penumpang dan 30 kru. Sebanyak 114 orang telah dievakuasi, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
