Bupati Pamekasan Jadi Imam Shalat Jenazah Rian ABK KM Virgo Transport 8

Kholilurrahman datang lebih awal ke rumah duka untuk menunggu kedatangan jenazah sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Bupati Kholilurrahman memimpin salat jenazah ABK KM Virgo Transport 8, Rabu (16/9/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menjadi imam shalat jenazah Nurul Rian Hidayat (33), Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang meninggal setelah kapal tersebut terbalik di perairan Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).

Kholilurrahman sengaja datang lebih awal ke rumah duka di Desa Teja Timur, Pamekasan, Rabu (16/9/2026), didampingi Sekretaris Daerah Taufikurrachman, berserta OPD setempat. Saat itu, jenazah Rian masih dalam perjalanan dari Surabaya menuju rumah keluarga.

Begitu tiba di lokasi, bupati langsung menemui orangtua Rian. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan mental, kepada keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.

Kehadiran bupati juga menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada Rian, yang selama bekerja di KM Virgo Transport 8 bertugas sebagai tenaga medis.

“Saya berharap para beliau tabah dan sabar menghadapi musibah ini. Kehadiran saya, sebagai penghormatan terakhir kepada Rian, selama bekerja di KM Virgo Transport 8, menjadi medis,” kata Kholilurrahman saat melayat di rumah duka.

Menurut Bupati Kholil, Rian meninggal ketika menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Karena itu, ia berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Saudara Rian, almarhum, itu gugur dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Dengan demikian, saya punya keyakinan, insyaallah almarhum Rian meninggal sebagai syahid” ujarnya.

Selain mendoakan, Kholilurrahman mengatakan Pemkab Pamekasan akan memberikan dukungan kepada keluarga Rian, terutama istri dan anak-anak yang ditinggalkan.

“Kita akan support. Kemudian saya bersama kawan-kawan bisa hadir untuk mendoakan. Saya berharap dengan adanya takziah ini sedikit menguatkan keluarga almarhum, baik istri maupun orangtuanya,” katanya.

Rian meninggalkan istri, Azimatul Munirah, yang tengah mengandung enam bulan, serta Azira yang baru berusia 17 bulan.

Sebelum meninggalkan rumah duka, Kholilurrahman memberikan santunan secara pribadi kepada keluarga Rian. Ia juga menitipkan pesan kepada pihak perusahaan tempat Rian bekerja agar memperhatikan hak dan masa depan keluarga yang ditinggalkan.

Exit mobile version