PAMEKASAN, MADURANET – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan semakin meluas. Kondisi ini mendorong Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Aksi sosial tersebut secara simbolis dimulai di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Larangan, Minggu (6/9/2026).
Data yang dihimpun menyebutkan, wilayah terdampak kekeringan kini mencapai 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya 76 desa.
Melihat kondisi tersebut, AJP berinisiatif membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Bantuan akan disalurkan secara bertahap dengan menyisir wilayah terdampak di 11 kecamatan.
Ketua AJP Pamekasan, M. Khairul Umam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian jurnalis kepada masyarakat.
Menurutnya, jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat hadir dan membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan.
“Ini bagian dari bakti kami sebagai jurnalis. Kami turun langsung untuk membantu warga,” katanya.
Khairul Umam menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyaluran secara simbolis. AJP akan melanjutkan distribusi air bersih hingga seluruh wilayah sasaran mendapat bantuan.
“11 kecamatan akan kami sisir. Secara simbolis kami mulai hari ini. Untuk tahap awal akan berakhir pada 20 September 2026. Kemudian akan dilanjutkan kembali untuk periode kedua,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan, Mai, mengaku bersyukur atas distribusi air bersih tersebut. Ia menyebut warga di wilayahnya telah mengalami kesulitan air selama kurang lebih tiga bulan.
“Selama ini, warga hanya mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air. Terima kasih atas bantuan ini,” ucapnya.
Selain warga, bantuan air bersih juga diberikan kepada lembaga pendidikan keagamaan. Pondok Pesantren Almawardi Soklancar di Desa Larangan Tokol turut menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan air para santri.
Pengurus Ponpes Almawardi Soklancar, Jaziri, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, air bersih sangat dibutuhkan para santri yang tinggal dan belajar di pesantren.
“Bantuan air bersih itu tentu akan bermanfaat bagi para santri yang memang menimba ilmu di pesantren. Semoga ini barokah,” ujarnya.
Bakti sosial AJP tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Darus Sakinah, Bawang Mas Group, PLN UP3 Madura, dan Master Max.
