Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

Semangat gotong royong warga Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, menjadi bukti bahwa keterlibatan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mengatasi persoalan infrastruktur. Bupati Pamekasan Kholilurrahman pun turut memberikan dukungan atas inisiatif tersebut.

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman meninjau langsung perbaikan jalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Sabtu, (05/09/2026).

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu, untuk melihat secara langsung kondisi jalan sekaligus mengapresiasi inisiatif warga yang memilih bergotong royong memperbaiki akses jalan di wilayah mereka.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan mengandalkan partisipasi masyarakat. Dana pembangunan dihimpun secara swadaya melalui berbagai cara, termasuk sumbangan warga hingga penggalangan dana melalui media sosial Tiktok. 

Bupati Kholilurrahman mengapresiasi langkah masyarakat tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Tradisi memanjakan masyarakat itu saya berharap tidak terjadi lagi sehingga masyarakat tetap bergerak, dalam pembangunan” kata Kholilurrahman.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah tidak boleh hanya melihat dan membiarkan masyarakat bekerja sendiri, tetapi harus menjadi fasilitator dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Dengan demikian, kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.

Meningkatnya kesadaran gotong royong itu, membuat masyarakat mandiri dan terlepas dari ketergantungan kepada pemerintah.

“Dulu masyarakat tidak ada persoalan untuk gotong royong. Semangat itu yang perlu dijaga ke depan,” ungkap Kholilurrahman.

Pengecoran jalan beton dengan swadaya di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.


Sementara itu, kordinator pembuangan jalan swadaya Ali Mansur, mengatakan, perbaikan jalan secara swadaya itu ditargetkan mencapai panjang 2.500 hingga 3.500 meter. Namun, pengerjaan saat ini masih dilakukan secara bertahap menyesuaikan dana yang berhasil dihimpun masyarakat.

”Sementara yang terkumpun 100 juta lebih. Tapi bantuan masih terus mengalir, termasuk dari Buapati hari ini,” ungkap Mansur.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk mewujdukan target itu cukup besar. Pengerjaan beton sepanjang 350 meter saja mencapai sekitar Rp 200 juta. Perinciannya, pembelian beton cair mencapai Rp 197,35 juta, belum termasuk kebutuhan kawat dan biaya operasional lainnya.

”Segala macam cara untuk mengumpulkan dana kita gunakan untuk bisa terealisasi pembangunan,” Ujar Mansur.

Mansur menyebut, jalur yang diperbaiki tersebut melintasi wilayah Desa Manggar, kemudian Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, sebelum kembali masuk ke wilayah Pamekasan, tepatnya Desa Terrak.

Meski melintasi dua kabupaten, pembangunan jalan tetap dilakukan secara berkesinambungan tanpa membedakan batas administrasi.

”Tetap nyambung, sekalipun di tengah masuk Sampang, tetap nyambung,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kholilurrahman juga memberikan bantuan pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat memperbaiki akses jalan secara gotong royong. Perbaikan jalan tidak menggunakan aspal, melainkan dengan cor beton. 

Exit mobile version