Menyamar Pembeli Wanita Berparas Ayu Embat Gelang Emas di Toko Perhiasan Jakarta Pamekasan

Pelaku diduga memanfaatkan keramaian toko untuk mengelabui penjaga sebelum membawa kabur gelang emas.

Hasil screenshot CCTV Toko Mas Jakarta, Jalan Diponegoro, Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURANET – Aksi pencurian gelang emas di Toko Mas Jakarta, Jalan Diponegoro, Kelurahan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan, viral di media sosial. Aksi tersebut terekam kamera pengintai diduga milik toko emas beredar luas.

Dalam video berdurasi 3 menit 19 detik itu, terlihat seorang wanita berkerudung coklat diduga mencuri gelang emas dengan modus berpura-pura menjadi pembeli. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 15.47 WIB.

Berdasarkan rekaman CCTV, wanita itu datang bersama sejumlah pengunjung lain. Saat berada di etalase, ia tampak aktif bertanya kepada penjaga toko seolah hendak membeli perhiasan emas.

Di tengah keramaian sekitar tujuh ibu-ibu yang juga sedang memilih perhiasan, pelaku meminta penjaga toko menunjukkan dua gelang emas.

Saat mencoba satu gelang di tangan kanannya, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan penjaga toko dengan menyelipkan emas tersebut ke dalam lengan bajunya.

Beberapa detik setelah aksinya, wanita itu bergeser ke sisi kanan etalase sambil kembali menanyakan model emas lainnya agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Pelaku berhasil mengelabui empat penjaga toko dan tim keamanan di lokasi kejadian dan keluar dari toko membawa kabur gelang emas tersebut.

Video aksi pencurian itu, kini ramai diperbincangkan warga di media sosial. Pelaku tampil dengan pakaian rapi, mengenakan masker warna putih, berhijab warna cokelat. Penampilan itu menyebabkan penjaga lengah.

Salah satu warga asal Kecamatan Galis, Ahmad Rofiqi mengatakan, paras pelaku terlihat cantik jika mengacu ke foto yang beredar di media sosial. Dirinya tak mengira jika dia pelakunya.

“Pelakunya masih muda dan cantik. Wajar jika penjaganya lengah karena penampilannya sama sekali tidak menampakkan seorang pencuri,” ujar Rofiki.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Maduranet mencoba untuk menggali keterangan dari Polres Pamekasan. Namun pesan dan telpon kepada Humas Polres Pamekasan, belum ada balasan.

Exit mobile version