PAMEKASAN, MADURANET – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan membuka kesempatan kerja bagi 1.109 petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pamekasan.
Kepala BPS Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, mengatakan ribuan petugas tersebut terdiri dari petugas lapangan dan pengawas.
“Nanti ada 1.109 petugas yang dibutuhkan, terdiri dari PPL dan PML,” ujar Parsad saat ditemui di kantornya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, pendaftaran petugas dibuka mulai 8 hingga 11 Mei 2026. Selanjutnya peserta akan mengikuti tes kompetensi pada 13-18 Mei dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 22-25 Mei 2026.
“Setelah itu dilanjutkan pelatihan dan pelaksanaan sensus di bulan depan,” katanya.
Parsad menjelaskan, sensus ekonomi tahun ini memiliki cakupan lebih luas dibanding pelaksanaan sebelumnya pada 2016. Selain mendata perusahaan besar dan UMKM, BPS juga akan memetakan kondisi ekonomi keluarga di tingkat rumah tangga.
“Sensus kali ini bukan hanya pengusaha atau UMKM yang didata, pekerja dan petani juga ikut didata,” ujarnya.
Menurut dia, pendataan dilakukan untuk melihat potensi ekonomi masyarakat Pamekasan, baik usaha skala besar, kecil, hingga usaha rumahan.
“Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” tambahnya.
Pihaknya mengatakan, pendataan dilakukan secara door to door dengan sistem digital tanpa menggunakan formulir kertas. Ia memaparkan, semua proses by sistem. Petugas langsung menginput data melalui aplikasi. Karena itu, petugas diwajibkan memiliki telepon seluler dan kendaraan operasional saat bertugas di lapangan.
Parsad menyebut hasil sensus nantinya dapat menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan ekonomi. Melalui data tersebut, pemerintah bisa memetakan jenis usaha masyarakat hingga sumber penghasilan setiap rumah tangga.
“Pemerintah nanti bisa melihat rumah-rumah di Pamekasan memiliki usaha apa saja dan penghasilannya dari sektor apa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan pada 2025 tercatat tumbuh positif sebesar 5,47 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, lanjut dia, masih menjadi penopang utama struktur ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 31,87 persen.
“Sementara pertumbuhan tertinggi berdasarkan lapangan usaha berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10 persen,” tandasnya.
