Warga Asemanis Minta Pemangkasan Pohon DLH Minta Tunggu Giliran

Sudah dua kali bersurat, pemangkasan dinilai belum maksimal

Pohon sepanjang Jalan Raya Sumenep no 10, Dusun Asemmanis, Desa Buddagan, Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURANET – Seorang warga Dusun Asemmanis, Desa Buddagan, Kabupaten Pamekasan, mengeluhkan keberadaan sejumlah pohon besar di tepi Jalan Raya Sumenep yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

Nurmiatik, warga yang tinggal di Jalan Raya Sumenep No. 10, mengaku kecewa terhadap respons Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan (DLH) Pamekasan atas laporan yang telah diajukan.

Ia mengatakan, pohon-pohon di depan rumahnya sudah terlalu tinggi dan rawan tumbang, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kalau terjadi hujan deras dan angin kencang, sangat berpotensi tumbang dan membahayakan penghuni rumah, pengguna jalan, dan warga sekitar,” ujar Nurmiatik, Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, posisi pohon berdekatan dengan tiang dan kabel listrik. Jika tumbang saat musim penghujan, potensi bahaya dinilai semakin besar.

“Pohon-pohon itu bersebelahan dengan tiang dan kabel listrik. Kalau tumbang, risikonya lebih besar,” katanya.

Nurmiatik mengungkapkan, dirinya sudah pernah melayangkan surat permohonan kepada DLH. Petugas sempat datang ke lokasi, namun hanya memangkas sebagian dahan.

“Sudah pernah ke lokasi, tapi cuma dipotong dahannya sedikit. Potensi bahaya masih ada,” ujarnya.

Ia kemudian kembali mengirimkan surat pada Rabu (25/2/2026). Namun hingga kini, menurut dia, belum ada tindak lanjut.

“Sampai sekarang belum ada kabar. Sementara ini musim penghujan dan angin kencang. Kami tidak tenang dengan adanya pohon besar di depan rumah,” kata Nurmiatik.

Ia berharap DLH Pamekasan dapat segera menindaklanjuti permohonannya demi keselamatan warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Pamekasan Supriyanto mengatakan pihaknya saat ini masih menangani banyak permintaan penebangan pohon.

“Sekarang bulan puasa, teman-teman masih banyak pekerjaan di tempat lain karena banyak juga permintaan penebangan,” ujar Supriyanto saat dikonfirmasi.

Ia meminta warga yang sedang mengajukan permohonan untuk bersabar menunggu giliran penanganan.

“Untuk yang sedang pengajuan, sabar ya,” singkatnya.

Exit mobile version