Tuntutan Ditolak Polres Demo HMI Pamekasan Akhirnya Bubar 

Massa HMI berjanji akan kembali berunjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih banyak

Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto menemui massa HMI dengan lesehan setelah aksi berjalan 5 jam lebih pada Sabtu (30/8/2025).

PAMEKASAN, MADURANET– Setelah 5 jam lebih berunjuk rasa di depan Polres Pamekasan, Jawa Timur, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan akhirnya membubarkan diri. Mereka bubar karena tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto.

Ketua HMI Cabang Pamekasan, Subhal Jamil menjelaskan, ada 3 tuntutan yang disampaikan ke Porles Pamekasan. Pertama, meminta maaf kepada publik atas tindakan kekerasan yang terjadi kepada massa aksi. Kedua, menuntut Kapolres Pamekasan menyampaikan aspirasi HMI untuk mencopot Kapolri Jendra Listyo Sigit Prabowo.

Ketiga, menuntut transparansi penanganan kasus kematian ojek online, Affan Kurniawan. Sampai saat ini, penanganan kasus ini masih dirahasiakan oleh Polri.

Ketiga tuntutan itu, tertuang dalam kertas yang harus ditandatangani kedua belah pihak, antara HMI dan Kapolres Pamekasan.

“Kami hanya minta komitmen Polres atas aspirasi rakyat ini. Namun Polres menolaknya,” kata Subhal Jamil, Sabtu (30/8/2025).

Hendra Eko Triyulianto menolak menandatangani kertas tersebut. Alasannya, dirinya tidak punya kewenangan selaku pejabat di daerah.

“Kami tidak mau tanda tangan karena kami tidak punya kewenangan. Kami hanya menangani keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Hendra.

Massa merasa kesal karena tuntutan mereka tidak ditandatangani. HMI berjanji akan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk berunjuk rasa.

“Kami berjanji akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi,” ungkap Subhal Jamil.

Aksi ini sebelumnya diwarnai dengan bakar ban di depan pintu gerbang kantor Polres Pamekasan. Aksi dilanjutkan dengan membaca doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan.

Sempat terjadi aksi dorong dan kericuhan antara massa dengan polisi. Massa ingin menerobos barisan polisi yang menjaga pintu gerbang.

Exit mobile version