Suporter Pamekasan X-Fans Minta Bupati Angkat Kesejahteraan Pemain

Bupati janji benahi manajemen Persepam dan PSSI sekaligus untuk penyiapan pemusatan latihan

Komunitas suporter Persepam Pamekasan, X Fans, melakukan silaturahmi dengan Bupati Pamekasan di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kamis (27/11/2025).

PAMEKASAN, MADURANET — Komunitas suporter Persepam Pamekasan, Pamekasan X-Fans, menyampaikan kegelisahan mereka terkait kesejahteraan pemain dalam pertemuan dengan Bupati Pamekasan di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kamis (27/11/2025).

Dalam forum itu, suporter yang hadir menyampaikan bahwa kondisi pemain Persepam sempat memprihatinkan hingga harus melakukan aksi turun ke jalan hanya demi bisa bertanding.

“Kami mohon kesejahteraan pemain betul-betul diperhatikan. Jangan jadikan kami hanya sebagai ladang cari uang,” tegas Billy, perwakilan Pamekasan X-Fans.

Pihaknya mengaku, sampai pernah melakukan audensi ke PSSI Pamekasan, guna mempertanyakan soal keberlangsungan tim yang ia dukung.

”Seolah para pemain hanya dijadikan penghasil uang saja,” keluhnya pada Bupati.

Para suporter itu berharap, melalui silaturahmi dengan Bupati tak hanya menjadi seremonial, tetapi ditindaklanjuti dengan kebijakan yang berpihak kepada pemain dan klub.

“Kami ingin sepak bola Pamekasan hidup kembali. Kami siap dukung penuh selama kesejahteraan pemain juga diperjuangkan,” ujar salah seorang perwakilan X Fans.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini mengalami pengetatan karena efisiensi transfer pusat. Namun ia menegaskan dukungan moral dan kelembagaan bagi Persepam akan tetap diutamakan.

“Anggaran pemerintah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi semangat jauh lebih penting daripada besarnya anggaran,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa pembenahan manajemen menjadi kunci kebangkitan kembali Persepam. Ia mengingatkan kejayaan klub berjuluk Laskar Ronggosukowati itu, ketika berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola nasional dalam tiga tahun beruntun, hingga berganti nama menjadi Persepam Madura United.

“Dengan manajemen yang baik, dari Liga 4 kita bisa naik lagi. Minimal dua tahun bisa promosi, syukur jika tahun depan sudah bergerak ke level lebih tinggi,” kata Bupati optimistis.

Di awal pembinaan, pemerintah pernah menetapkan komposisi skuad berasal penuh dari Pamekasan. Namun seiring persaingan kompetisi, rekrutmen pemain dari luar daerah mulai dibuka.

Menurut Bupati, langkah itu diambil demi memperkuat skuad dan kembali mengangkat nama Persepam di level regional maupun nasional.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati juga telah menyiapkan fasilitas pemusatan latihan yang lebih layak bagi pemain.

Exit mobile version