Capaian Imunisasi Campak di Pamekasan Belum Sesuai Target

Cakupan imunisasi belum capai target nasional, Dinkes intensifkan ITAS dan imunisasi kejar

Vaksin campak SD Kelas 1 SDN Tlontoraja 5 Kecamatan Pasean.

PAMEKASAN, MADURANET — Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan mencatat bahwa tren kasus campak mulai menunjukkan penurunan setelah mencapai puncaknya pada minggu ke-39. Meski begitu, dampak dari lonjakan kasus tersebut masih terasa hingga kini, di tengah capaian imunisasi campak yang belum memenuhi target nasional.

Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, menyampaikan bahwa hingga November 2025, cakupan Imunisasi Tambahan Serentak (ITAS) campak masih berada di angka 91,4 persen. Angka ini belum memenuhi target 95 persen yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.

“Dari target yang telah ditetapkan pemerintah pusat, kami saat ini sudah mencapai 91,4 persen. Dari sasaran 61.437 anak, sudah diimunisasi 56.151 anak,” ujar Saifudin, Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa imunisasi diberikan melalui Posyandu dan Puskesmas di seluruh wilayah, mulai tingkat kelurahan hingga distrik. Program ini dimulai sejak September dan akan terus berlanjut untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi.

Menurutnya, minggu ke-39 menjadi fase paling kritis, dengan kasus campak mencapai titik tertinggi pada periode tersebut. Sejak itu, grafik kasus suspek campak mulai menurun, meski konsekuensinya masih terlihat.

“Saat ini ada sekitar 12 orang meninggal, sementara sekitar 13 orang masih dirawat, baik di RSUD maupun Puskesmas,” ungkapnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski tren membaik, fase penanganan belum tuntas. Oleh sebabnya, pihaknya pun terus melanjutkan imunisasi kejar untuk memutus rantai penularan.

Walaupun situasi perlahan membaik, Saifudin menegaskan bahwa masyarakat perlu tetap waspada, khususnya para orang tua yang memiliki balita dan anak-anak.

“Meskipun mengalami penurunan, kita tetap imbau agar tetap hati-hati,” ujarnya.

Dinkes mengingatkan bahwa cakupan imunisasi yang belum mencapai target membuka potensi munculnya kembali lonjakan kasus. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian campak ke depan.

Exit mobile version