PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman, ingin menghidupkan kembali kelompok seni dan budaya, untuk mengarahkan remaja ke kegiatan positif.
Keinginan tersebut disampaikan Kholilurrahman saat mengunjungi Bazar Budaya dan UMKM dalam agenda Pamekasan Traditional Culture yang di adakan oleh kolaborasi Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) dan KNPI setempat, bertempat kawasan Monumen Arek Lancor.
Kegiatan yang digelar menyambut Hari Sumpah Pemuda dan hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 496 itu, menghadirkan beragam produk tradisional, pusaka, serta jajanan tradisional dan modern.
“Dulu saya pernah mempunyai kelompok seni dan budaya, namanya HR Pelangi 26. Alhamdulillah, bisa merekrut remaja-remaja yang kehidupannya salah arah. Sedikit demi sedikit mereka kembali ke jalan yang benar. Namanya HR Pelangi 26 ingin kita hidupkan lagi,” kata Kholilurrahman, Senin (26/10/2026) malam.
Menurut dia, seni dapat menjadi sarana untuk mengalihkan kebiasaan negatif menjadi kegiatan yang lebih produktif. Ia menegaskan, pendekatan itu perlu dilakukan secara bertahap dengan menyediakan ruang dan fasilitas yang sesuai bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Cara mengalihkan hobi mereka yang asalnya negatif kepada yang positif tentu harus pelan-pelan,” ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan seni budaya, Kholilurrahman telah meminta Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Mas Ayik, segera mencari tempat yang dapat difungsikan sebagai markas budaya, sekaligus rumah seni. Ia ingin fasilitas tersebut, menjadi ruang bagi kelompok seni, untuk berkegiatan dan membina anak muda.
Bupati juga berencana, menghidupkan kembali kelompok seni dengan melengkapi fasilitas musik seperti sebelumnya. Kelompok itu nantinya diharapkan membawakan lagu-lagu bertema Pamekasan, Gerbang Salam, dan pendidikan.
“Kita ingin menghidupkan kembali yang isi nyanyiannya, lagu-lagunya adalah lagu-lagu terkait Pamekasan, terkait Gerbang Salam, terkait menuntut ilmu, dan lain-lain,” katanya.
Selain mendorong pelestarian budaya, Kholilurrahman menilai bazar tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk. Ia menyebut respons peserta dari luar Pamekasan cukup positif. Bahkan, sejumlah pedagang mulai bersiap pulang karena dagangannya telah habis terjual.
“Ini sangat penting dalam rangka melestarikan warisan leluhur, baik dari asli Pamekasan maupun dari tiga kabupaten yang lain di Madura,” ujarnya.
Kholilurrahman berharap kegiatan itu dapat berkembang menjadi agenda tahunan, dengan pelaksanaan bertahap sesuai kemampuan daerah.
