PAMEKASAN, MADURANET – Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), menggandeng Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat, mengangkat sosok Mohammad Tabrani sebagai tema utama kegiatan budaya, dalam rangka Hari Sumpah Pemuda sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Pamekasan.
Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Arief Wibisono, mengatakan, tema M. Tabrani untuk Indonesia, dipilih untuk menegaskan kontribusi pemuda Pamekasan, dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, Tabrani dikenal sebagai wartawan dan tokoh pergerakan, yang memperjuangkan gagasan bahasa Indonesia sebelum Indonesia merdeka.
“Kami bangga karena M. Tabrani merupakan putra asli Pamekasan. Dia jurnalis pejuang dan wartawan pergerakan,” kata dia, seusai koordinasi dengan Bupati Pamekasan Kholilurrahman di Pendopo Ronggosukowati, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, gagasan Tabrani tentang bahasa Indonesia, menunjukkan bahwa ide besar dapat lahir jauh,sebelum sesuatu yang diperjuangkan terwujud.
”Gagasan itu diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Pamekasan, agar berani menyampaikan pendapat, berinisiatif, dan mewujudkan pemikiran menjadi tindakan nyata,” jelas Pria yang akrab disapa Ayek tersebut.
Ia menilai, pengenalan terhadap Tabrani tidak cukup berhenti pada dokumentasi sejarah. Sosoknya perlu dihadirkan sebagai teladan bagi generasi Z dan generasi Alfa, melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja.
Untuk itu, Ayek menyiapkan enam jenis perlombaan bagi peserta usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Lomba tersebut meliputi, cipta dan baca puisi bertema Monumen Arek Lancor, menyanyikan lagu daerah, Tari Saman, mewarnai, membatik, serta peragaan busana Sakera-Marlena.
Tidak hanya itu, lanjut Ayek, rangkaian kegiatan juga akan dilengkapi stan pameran budaya, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pedagang kaki lima (PKL).
”Melalui kegiatan tersebut, panitia ingin menggabungkan edukasi sejarah, pelestarian kesenian, dan penguatan ekonomi masyarakat,” paparnya.
Diwaktu yang sama, Ketua AJP Khairul Umam mengatakan, organisasinya berkolaborasi dengan DKP dan KNPI untuk menggelar sarasehan budaya, sekaligus temu tokoh pemuda dan budayawan Madura.
Ia menjelaskan, agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Pamekasan Traditional Culture, yang dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026.
“Dengan lahirnya M. Tabrani, kami ingin menunjukkan bahwa, anak muda Pamekasan tidak melupakan perjuangan pendahulu. Kami ingin mempertegas bahwa M. Tabrani lahir di Pamekasan dan memperkenalkannya kepada masyarakat Indonesia,” ujar Irul.
Ia juga berharap, kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang mempertemukan jurnalis, seniman, pemuda, pengusaha, serta tokoh masyarakat dalam satu ruang dialog.
”Tidak kalah penting, pembacaan Sumpah Pemuda dan sarasehan budaya pada 28 Oktober, akan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali, semangat perjuangan generasi muda,” ucap Irul.
Mendengar ide brilian tersebut, Bupati Pamekasan Kholilurrahman lansung menyambut positif, dan menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan event ini.
Ia berharap kegiatan itu, membantu membangun citra Pamekasan melalui isu-isu positif, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan.
