PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan berencana memperhatikan, perbaikan Lapangan Karapan Sapi Asam Manis di Kecamatan Pademawu. Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuka peluang, lapangan itu menjadi lokasi penyelenggaraan Piala Presiden Karapan Sapi.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, usulan perbaikan lapangan yang disampaikan, akan menjadi catatan pemerintah daerah.
Menurut dia, pembenahan dapat dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.
“Insya Allah itu akan menjadi catatan kita. Tentu sekalipun tidak sekaligus kita memperbaiki lapangan langsung 100 persen, mungkin bisa dicicil,” kata Kholilurrahman saat membuka Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Pamekasan 2026 di Lapangan Asam Manis, Ahad (11/10/2026).
Kholilurrahman menegaskan, karapan sapi bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan kemenangan. Tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai sejarah, keterampilan, gotong royong, sportivitas, serta berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Karapan sapi sebagai budaya harus kita pertahankan. Apabila di dalam kerapan sapi ada hal-hal yang negatif, ayo kita bicarakan bersama untuk kesempurnaan pada masa-masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkenalkan karapan sapi, kepada generasi muda agar tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan teknologi dan masuknya budaya dari luar.
Menurut Kholilurrahman, penyelenggaraan karapan sapi turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, termasuk pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Tidak boleh memandang kerapan sapi hanya dari sisi lomba dan kemenangan belaka. Akan tetapi, di dalamnya ada tradisi, ada sejarah, keterampilan, gotong royong, sportivitas, ekonomi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua Paguyuban Karapan Sapi (Pakar Sakera) Kabupaten Pamekasan, Muhammad Fahrur Rozi atau Haji Rosi, menyampaikan bahwa kondisi lapangan, menjadi salah satu kendala untuk menggelar Piala Presiden Karapan Sapi.
Menurut dia, lapangan tersebut belum dapat digunakan untuk ajang Piala Presiden, karena belum dilengkapi pagar atau tembok. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah, membantu membenahi fasilitas lapangan, agar memenuhi kebutuhan penyelenggaraan kompetisi tingkat lebih tinggi.
Rosi juga meminta, agar kebutuhan penyelenggaraan karapan sapi mendapat alokasi anggara, dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) pada tahun-tahun berikutnya. Selama ini, panitia harus berupaya memenuhi kebutuhan pembiayaan secara mandiri.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, pemerintah pusat menyediakan dua unit mobil sebagai hadiah untuk Piala Presiden (Gubeng) . Sementara itu, kebutuhan hadiah lainnya mencapai sekitar Rp 640 juta untuk empat kabupaten di Madura.
Rosi menjelaskan, Ketua Pakar Sakera Pusat menyumbang Rp 240 juta, sehingga tersisa Rp 400 juta yang harus ditanggung bersama oleh empat kabupaten. Dengan pembagian tersebut, setiap kabupaten menanggung Rp 100 juta.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, para ketua Pakar Sakera se-Madura sepakat, meniadakan seleksi tingkat kewedanan dan langsung menggelar seleksi tingkat kabupaten. Sebanyak 48 pasang sapi direncanakan diambil dengan iuran Rp 2,5 juta per sapi.
”Untuk memenuhi kebutuhan itu, setiap sapi ditarik dua setengah juta,” ucapnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Rosi mengatakan, tetap berupaya menyediakan hadiah tambahan bagi peserta Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Pamekasan 2026. Hadiah tersebut berupa dua unit sepeda motor dan empat unit sepeda listrik.













