PAMEKASAN, MADURANET – Sebanyak 48 pasang sapi mengikuti Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten Pamekasan 2026, di Lapangan Kerapan Sapi Asam Manis, Kecamatan Pademawu, Ahad (11/10/2026).
Mereka bersaing memperebutkan enam tiket, untuk berlaga di tingkat Keresidenan, yakni ajang Gubeng atau Piala Presiden Karapan Sapi.
Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan itu, dibagi menjadi tiga kelompok atau pool, yakni Pool A, Pool B, dan Pool C. Setiap pool diisi 16 pasang sapi berdasarkan daftar peserta.
Ketua Paguyuban Karapan Sapi (Pakar Sakera) Kabupaten Pamekasan, Muhammad Fahrur Rozi atau Haji Rosi, mengatakan, jumlah peserta ditetapkan sebanyak 48 pasang, sebagai bagian dari kesepakatan para ketua Pakar Sakera se-Madura, untuk langsung menggelar seleksi tingkat kabupaten tanpa melalui tingkat kewedanan.
“Teman-teman Ketua Pakar Sakera se-Wilayah Madura sepakat, tidak menyeleksi di tingkat kewedanan, langsung ke tingkat kabupaten,” kata Rosi.
Menurutnya, penyelenggaraan karapan sapi membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit. Ia menjelaskan, kebutuhan hadiah untuk empat kabupaten di Madura mencapai sekitar Rp 640 juta. Setelah Ketua Pakar Sakera Pusat menyumbang Rp 240 juta, tersisa Rp 400 juta yang dibagi rata sehingga setiap kabupaten menanggung Rp 100 juta.
”Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, panitia menerapkan iuran Rp 2,5 juta per sapi,” tambahnya.
Rosi juga mengupayakan hadiah tambahan bagi peserta. Meski mengaku menghadapi keterbatasan dana, ia menyiapkan dua unit sepeda motor dan empat unit sepeda listrik sebagai hadiah dalam kompetisi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rosi turut meminta Pemerintah Kabupaten Pamekasan, mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan karapan sapi pada tahun-tahun berikutnya. Ia menilai dukungan anggaran diperlukan, agar panitia tidak terus bergantung pada upaya penggalangan dana.
”Selain pembiayaan, kami juga berharap pemerintah daerah, memperbaiki fasilitas Lapangan Asam Manis,” paparnya.
Menurut dia, lapangan tersebut belum dapat digunakan untuk penyelenggaraan Piala Presiden karena belum dilengkapi pagar atau tembok sebagaimana yang dibutuhkan.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, yang hadir membuka kegiatan tersebut mengatakan, karapan sapi merupakan warisan budaya leluhur yang harus dipertahankan.
”Tradisi ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan juga ruang silaturahmi, pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Kholilurrahman menyatakan, usulan perbaikan lapangan akan menjadi catatan pemerintah daerah, dan memungkinkan untuk dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Pembukaan kompetisi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, Wakil Kapolres Pamekasan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).













