PAMEKASAN, MADURANET – Pameran bonsai tingkat nasional di Kabupaten Pamekasan, yang dibuka lansung oleh Bupati setempat, Kholilurrahman, Sabtu (3/9/2026), diikuti 554 pohon dari berbagai daerah.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan melihat, kegiatan tersebut sebagai peluang untuk menghidupkan event daerah, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari komunitas bonsai.
Bupati Kholil mengatakan, pameran tersebut menjadi momentum penting karena digelar dalam rangkaian Hari Jadi Pamekasan ke-496. Ia menyebut kegiatan itu dapat menjadi pembuka bagi penyelenggaraan event lain di daerah.
“Saya sangat berterima kasih kepada kawan-kawan PPBI, yang telah mengadakan pameran nasional bertempat di Pamekasan. Apalagi mengambil event Hari Jadi Pamekasan,” katanya.
Menurut dia, kegiatan berskala nasional yang menghadirkan peserta dari luar daerah dapat memperluas jejaring sekaligus memberi dampak ekonomi. Karena itu, pameran bonsai tidak hanya dipandang sebagai kegiatan komunitas.
“Pameran bonsai nasional pada hari ini menjadi pembuka terhadap pelaksanaan event Hari Jadi Pamekasan,” ujarnya.
Antusiasme peserta dari berbagai daerah itu, membuat Pemkab Pamekasan mulai menyiapkan perhatian khusus terhadap komunitas bonsai. Kholilurrahman mengakui, selama ini pemerintah daerah belum memberikan pembinaan dan pengembangan secara khusus.
“Kita masih belum memberikan bimbingan, pengembangan secara khusus, dan sudah kami rencanakan,” katanya.
Menurut Kholilurrahman, pembinaan diperlukan karena bonsai telah berkembang menjadi komunitas yang mampu menarik peserta dari berbagai wilayah. Pemerintah daerah, kata dia, perlu melihat potensi tersebut agar tidak berhenti sebagai hobi.
Dukungan itu juga diarahkan pada penyelenggaraan pameran berikutnya. Kholilurrahman berharap, pameran bonsai tingkat nasional dapat kembali digelar di Pamekasan setiap tahun, meski keputusan tersebut berada di tangan PPBI.
“Saya berharap kepada PPBI untuk setiap tahun mengadakan pameran bonsai tingkat nasional di Pamekasan, sehingga ikut mendorong kemajuan Pamekasan seperti yang kita inginkan bersama,” ujarnya.
Potensi ekonomi itu terlihat dari nilai sejumlah bonsai yang dipamerkan. Ketua Panitia Pameran Bonsai Nasional, Ahmad Syaidi Arofi, mengatakan beberapa tanaman yang dipamerkan memiliki nilai hingga lebih dari Rp1 miliar.
“Ada yang Rp1 miliar, ada yang lebih. Ada yang Rp1,2 miliar,” ujar Arofi.
Nilai tanaman tersebut, kata dia, menjadi salah satu daya tarik pameran yang berlangsung selama sembilan hari.
Arofi mengatakan, rangkaian kegiatan dimulai dari pendaftaran pada 28-29 September, penjurian pada 30 September, kemudian pameran hingga 6 Oktober 2026.
“Pendaftaran 28-29, penjurian tanggal 30, tanggal 1 sama tanggal 2. Pembukaan sekarang tanggal 3 sampai nanti terakhir tanggal 6,” katanya.
Ia juga menjelaskan, sebanyak 554 pohon dalam pameran itu, berasal dari Pamekasan dan sejumlah daerah lain, seperti Sumenep, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Bali, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Gresik, Lombok hingga Jawa Barat.
“Untuk peserta ada 554 pohon. Itu dari Pamekasan sendiri, Sumenep, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Denpasar, Bali, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Gresik, tiga pohon dari Lombok, terus daerah Jawa Barat juga,” pungkasnya.













