PAMEKASAN, MADURANET – Taman Arek Lancor tak lagi sekadar penanda pusat kota. Kini, taman yang dihiasi dengan tugu lima clurit itu, mulai disulap menjadi ruang publik yang terang, tertata, dan nyaman untuk semua kalangan.
Sejak penambahan lampu baru di area taman, suasana malam berubah total. Tidak hanya jadi tempat favorit nongkrong anak muda, Arek Lancor juga mulai dilirik warga sebagai tempat rekreasi keluarga.
Khairul Mufid (24), mahasiswa asal Desa Bujur Barat, Kecamatan Batu Marmar, mengaku senang melihat perubahan wajah Arek Lancor saat ini.
“Kalau siang tampak biasa, tapi kalau malam sekarang kayak taman kota di luar daerah. Estetik dan bikin betah,” ujar Mufid saat ditemui di lokasi, Ahad (29/6/2025).
Khairul menambah, Arek Lancor punya daya tarik tersendiri dibanding ruang publik lain di Pamekasan.
“Viewnya khas, pencahayaan artistik, cocok buat foto-foto. Kalau wahanya lebih lengkap, pasti banyak orang luar kota yang datang,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Nabil Mudarris (23), pengunjung asal Desa Larangan Badung, Kecaman Palengaan. Ia menilai taman ini cocok jadi titik kumpul masyarakat sekaligus sarana promosi budaya Madura.
“Kalau dikelola serius, Arek Lancor bisa jadi tempat untuk event lokal. Musik, UMKM, atau festival tahunan. Warga pasti mendukung,” ujarnya.
Menurut Nabil, kini Arek Lancor tidak hanya lebih terang, tapi juga mulai memperlihatkan potensi besarnya sebagai ikon malam Pamekasan. Suasana ramah, akses mudah, dan lokasi strategis jadi keunggulan utama.
Warga berharap pemerintah terus melanjutkan pembenahan, terutama dengan menambah fasilitas pendukung seperti bangku taman, tempat sampah, dan pos jaga. Selain itu, pengemasan branding visual dan digital juga dinilai penting untuk menarik wisatawan muda.
